Obat-obatan yang Tidak Boleh Diberikan ke Bayi

   •    Rabu, 16 Jan 2019 16:20 WIB
kesehatanperkembangan anak
Obat-obatan yang Tidak Boleh Diberikan ke Bayi
Berikut ini adalah beberapa obat yang harus diperhatikan anjuran penggunaannya dan usia sang bayi. (Foto: Pixabay.com)

Jakarta: Bayi dan balita memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap obat-obatan. Jika memberikan dosis atau waktu pemberian obat yang salah, obat tersebut tidak efektif atau bahkan berbahaya bagi bayi.

Memberikan obat pada bayi harus sesuai dengan resep yang diberikan dokter. Ada beberapa obat yang tidak bisa diberikan pada bayi terutama yang berusia di bawah enam bulan, karena memiliki efek samping yang berbahaya bagi bayi.

Beberapa obat yang tidak dianjurkan untuk bayi biasanya karena bisa menghambat kerja sistem tubuh, atau tubuh bayi belum bisa menoleransi obat tersebut. Sehingga bukan kesembuhan yang didapat tapi bisa jadi menimbulkan penyakit yang lain akibat efek sampingnya.

Berikut ini adalah beberapa obat yang harus diperhatikan anjuran penggunaannya dan usia sang bayi seperti dikutip dari BabyCenter.

(Baca juga: Penyebab Diare pada Balita)


(Memberikan obat pada bayi harus sesuai dengan resep yang diberikan dokter. Foto: Pixabay.com)

1. Aspirin
Dalam laman BabyCenter disebutkan bahwa sebaiknya Anda tidak memberikan anak obat yang mengandung aspirin, karena bisa menyebakan Reye's syndrome.

Reye's syndrome
yaitu sindrom yang bisa mengubah zat-zat kimia dalam darah sehingga merusak fungsi beberapa organ terutama hati dan otak, yang pada kasus tertentu bisa mengakibatkan kematian. Aspirin kadang ditulis sebagai salisilat atau asam asetilsalisilat.

2. Obat batuk dan flu yang dijual bebas
American Academy of Pediatrics (AAP) melarang penggunaan obat batuk dan flu yang dijual bebas untuk anak usia sebelum sekolah, karena bisa berbahaya. Efek yang ditimbulkan adalah tidak bisa tidur, sakit perut bagian atas dan jantung yang berdebar-debar.

3. Obat anti mual
Jangan memberikan obat ini tanpa rekomendasi dari dokter, karena obat ini memiliki risiko komplikasi. Rata-rata anak-anak bisa mengatasi rasa mual tanpa harus mengonsumsi obat-obatan. Jika sudah mengalami dehidrasi, segera hubungi dokter.

4. Asetaminofen yang berlebihan
Beberapa obat mengandung asetaminofen untuk mengurangi demam dan sakit, tapi berhati-hati dalam penggunaannya. Harus sesuai dengan resep dokter atau apoteker setempat.

Oleh karena itu, lebih telitilah dalam memberikan obat pada anak Anda, karena jika dosisnya berlebih atau obat tersebut tidak boleh diberikan untuk anak-anak maka bisa berakibat fatal.

Ada baiknya bayi di bawah usia 12 bulan selalu dikonsultasikan ke dokter spesialis anak sebelum melakukan tindakan tertentu.


Maria Fransiska




(TIN)