Pentingnya Minuman Isotonik saat Lari Maraton

Sunnaholomi Halakrispen    •    Minggu, 10 Feb 2019 14:00 WIB
maraton
Pentingnya Minuman Isotonik saat Lari Maraton
Tubuh Anda pun bisa bertahan lebih lama di lintasan maraton setelah mengonsumsi minuman isotonik. (Foto Ilustrasi: Victoire Joncheray/Unsplash.com)

Jakarta: Hingga detik ini, tidak sedikit peserta lomba lari jarak jauh atau maraton yang mengalami cedera, bahkan ada yang meninggal usai berlari. Sebagian besar itu disebabkan oleh cairan di dalam tubuh yang berkurang drastis.

Terkadang malas minum saat berlari, apalagi saat sedang maraton. Dengan alasan, repot jika dalam pertengahan lomba tiba-tiba Anda mencari toilet untuk buat air kecil.

Tapi sesungguhnya, tubuh Anda sangat membutuhkan ion. Sebab saat lari ion itu terus berkurang jumlahnya. Terutama, saat berlari tanpa henti.

"Masing-masing orang bahkan atlet memerlukan ion karena ion itu bisa berkurang selama berolahraga yang sudah berjam-jam. Maka baiknya minum isotonik, minimal minum air putih," ujar Pelatih Pelatnas Atletik, Agung Mulyawan, di Jakarta baru-baru ini.

Baca juga: Tips Memberi Makan Daging untuk Balita

Asisten Pelatih Lari Jarak Menengah-Jauh di SEA Games Singapore 2015 itu menekankan perlunya mengonsumsi minuman isotonik bisa mengganti ion tubuh yang berkurang karena berlari. Dengan demikian, minuman ini dapat diserap dengan cepat oleh tubuh.

Tubuh Anda pun bisa bertahan lebih lama di lintasan maraton setelah mengonsumsi minuman isotonik. Sedangkan, air putih tidak tidak cukup mampu menggantikan ion secara cepat.

"Enggak masalah (minum), dari dulu enggak ada terjadi hal-hal aneh karena minum. Paling karena kurang cairan malah yang bahaya," jelasnya.

Menenggak minuman isotonik atau air putih saat berlari sering kali menjadi masalah bagi para pelari. Jika Anda mengkhawatirkan target waktu berlari, gunakanlah strategi yang menguntungkan untuk tubuh Anda dan juga untuk kualitas berlari.

"Kalau kita setop (untuk minum), target kita otomatis akan mengurangi waktu. Kalau punya target sebaiknya minum sambil berlari kecil atau kurangi kecepatan sedikit. Jadi enggak harus sampai berhenti," pungkasnya.


(FIR)