Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 25 Aug 2016 16:54 WIB
kesehatan
Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Kanker Payudara
(Foto: philipcaruso-story.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi baru menunjukkan bahwa melatonin, hormon yang diproduksi dalam otak untuk mengatur siklus tidur ternyata dapat menekan perkembangan tumor payudara.

Meskipun penelitian ini masih berlangsung hingga beberapa tahun ke depan, hasilnya akan memberi kunci bagaimana membangun penelitian selanjutnya.

"Anda dapat melihat beruang di kebun binatang, namun Anda bisa mengerti kelakuan mereka saat berada di alam. Sama saja, mengerti ekspresi gen dalam lingkungan alami dapat membuat kita tahu bagaimana sistem perkembangan penyakit ini. Oleh karena itu penelitian ini penting," ujar asisten peneliti David Arnosti, profesor dari Michigan State University di Amerika Serikat.

Para peneliti berspekulasi, kekurangan melatonin dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Studi terakhir menunjukkan bahwa melatonin menekan perkembangan sel stem kanker payudara. Penelitian yang dipimpin oleh Juliana Lopes, peneliti tamu dari San Paolo, Brazil tersebut mencoba menumbuhkan tumor dari sel stem yang bernama mamosfer.

Pertumbuhan dari sel ini bergantung pada senyawa kimia untuk membantu perkembangan tumor, seperti hormon estrogen, dan kimia Bisphenol A (BPA) yang sering ditemukan pada berbagai tipe bungkus plastik makanan.

Pengobatan melatonin secara signifikan mengurangi jumlah dan ukuran mamosfer.

Lebih lanjut, ketika sel tersebut distimulasi dengan estrogen atau BPA dan diobati dengan melatonin secara bersamaan, terdapat penurunan dalam jumlah dan ukuran mamosfer.

"Hasilnya membangun prinsip dimana pertumbuhan sel stem kanker bisa diregulasi oleh hormon natural, dan menyediakan sebuah teknik baru yang penting untuk mengetahui kimia apa yang dapat mempercepat efek kanker, dan melihat potensi pada obat-obatan baru di klinik," ujar Trosko.


(DEV)