Olahraga Kurangi Risiko Patah Tulang pada Lansia

Sri Yanti Nainggolan    •    Minggu, 18 Sep 2016 14:30 WIB
studi kesehatan
Olahraga Kurangi Risiko Patah Tulang pada Lansia
(Foto: Health)

Metrotvnews.com, Jakarta: Berdasarkan survei, lebih dari seperempat orang Amerika yang berusia di atas 50-an tidak berolahraga. Seperti diketahui, kurang gerak menjadi pemicu penyakit jantung, diabetes, dan kanker.

"Orang dewasa mendapat manfaat kesehatan dari olahraga. Mengubah kebiasaan tidak aktif menjadi aktif penting untuk menuju masyarakat yang lebih sehat," ujar Janet Fulton, peneliti sekaligus kepala divisi Aktivitas Fisik dan Cabang Kesehatan di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.

Untuk penelitian, peneliti menganalisis hasil survei nasional pada 2014 dengan fokus orang berusia 50 tahun ke atas.

(Baca: Ketahui Pentingnya Hidrasi Saat Berolahraga)

Definisi tidak aktif dalam penelitian ini adalah mereka yang bergerak hanya untuk kegiatan rutin saja. Ternyata, 31 juta orang tua Amerika tidak aktif dengan presentase 29 persen perempuan, dan 26 peraen laki-laki.

Sementara, sepertiga keturunan Hispanik juga menunjukkan hal yang sama dengan perbandingan 26 persen kulit putih, dan 27 persen etnis lain.

Studi juga menunjukkan bahwa semakin tua usia warga Amerika, semakin sedikit olahraga yang dilakukan. Sekitar 35 persen orang berusia 75 tahun tidak aktif, dimana 27 persen berusia 65-74 tahun, dan 25 persen berusia 50-64 tahun.

Studi mengungkapkan, mereka yang memiliki berat badan berlebih cenderung lebih pasif, sementara mereka yang lebih beredukasi akan lebih perhatian pada olahraga. Dan data menunjukkan bahwa mereka yang memiliki penyakit kronik cenderung tidak aktif (32 persen) dibandingkan mereka yang tidak (19 persen).

Aktivitas fisik dapat meningkatkan jangka waktu hidup dan mengurangi kondisi berisiko seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, pikun, dan beberapa jenis kanker. Pada orang tua, aktivitas fisik dapat mengurangi risiko retak atau patah tulang.

"Lebih banyak kerja dibutuhkan untuk membuat orang semakin aman dan mudah untuk beraktivitas dan berkomunikasi," pungkas pemimpin penulis Kathleen Watson  dalam sebuah rilis. 





(DEV)