Mengapa Stroberi Mudah Terkontaminasi Virus?

Sri Yanti Nainggolan    •    Minggu, 11 Sep 2016 11:50 WIB
studi kesehatan
Mengapa Stroberi Mudah Terkontaminasi Virus?
(Foto: weknowyourdreams)

Metrotvnews.com, Jakarta: Berdasarkan data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), sekitar 90 orang di tujuh negara bagian di Amerika Serikat terjangkit Hepatitis A yang berasal dari stroberi beku yang diimpor dari Mesir.

Bagaimana bisa virus tersebut masuk ke dalam buah?

"Semua jenis buah beri adalah saluran umum untuk virus. Selama satu dekade terakhir telah ada beberapa wabah virus terkait dengan buah impor," jelas Benjamin Chapman, seorang spesialis keamanan makanan dan seorang profesor di North Carolina State University.

Ia menambahkan, salah satu alasannya adalah struktur buah tersebut yang halus, berbeda dengan buah-buahan lain dan sayuran yang lebih keras.

Tomat misalnya, buah ini bisa dipanen dengan mesin sehingga tak perlu bersentuhan langsung dengan tangan. Beri justru terlalu rapuh untuk mesin sehingga masih diambil secara manual oleh manusia.

Karena hepatitis A menyebar dengan cara sentuhan fekal (fese) dan oral, maka pekerja yang memetik berri terinfeksi virus tersebut dan tidak mencuci tangan dengan bersih sebelumnya akan menyalurkan virus tersebut dari tangan.

Selain itu, air yang digunakan untuk irigasi tanaman tersebut juga bisa menjadi sumber penyebaran virus karena terkontaminasi oleh limbah air.

Jenis buah ini sering disirami sebelum panen agar petani dapat menambahkan berat buah. Penyiraman dapat dilakukan dengan menggunakan akar iritasi melalui dasar tanaman yang langsung ke akar atau penyemprotan pada tanaman langsung.

Penyemprotan tersebut membuat buah langsung terkontaminasi dengan virus hepatitis A yang terdapat dalam air. Jika sudah demikian, virus tak bisa dihilangkan hanya dengan mencuci buah. Apalagi, mengingat buah ini lembut, maka pencucian tak sering dilakukan.

Meskipun dibekukan, virus dalam buah tidak akan langsung mati. Selain itu, adanya lubang-lubang kecil dalam stroberi menjadi celah bagi virus untuk bersembunyi.

(Baca: Buah-buahan Ini Turunkan Risiko Kanker Payudara)

Pembekuan buah juga hanya mempertahankan virus saja.

"Buah beku semakin membuat orang malas untuk mencuci atau memanaskannya, apalagi jika ingin dijadikan smoothie," tukas Chapman.

Menurutnya, untuk mematikan virus, setidaknya buah harus dipanaskan sekitar 93 derajat. Namun, ia merasa itu terlalu berlebihan.

Belum ada bukti yang menunjukkan bahwa hanya mencuci buah dapat menghilangkan virus.

Lihat Video: Pembasmi Nyamuk Alami dari Buah-buahan




(DEV)