Studi: Orang yang Suka Menunda Bangun Cenderung Lebih Bahagia dan Kreatif

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 19 Jun 2018 16:55 WIB
psikologi
Studi: Orang yang Suka Menunda Bangun Cenderung Lebih Bahagia dan Kreatif
Ternyata, orang yang memiliki kebiasaan tersebut cenderung lebih pandai dan kreatif, bahkan lebih bahagia, jika suka menunda bangun pagi. (Foto: Benjamin Voros/Unsplash.com)

Jakarta: Orang yang suka menunda bangun dan mematikan alarm di pagi hari biasanya dianggap sebagai pemalas. Namun ternyata, orang yang memiliki kebiasaan tersebut cenderung lebih pandai dan kreatif, bahkan lebih bahagia, jika suka menunda bangun pagi. 

Sebuah studi dari Inggris mencari tahu hubungan antara menunda bangun dengan kreativitas, kecerdasan, dan semangat independen.

Peneliti Satoshi Kanazawa dan Kaja Perina berpendapat bahwa manusia saat ini jauh lebih baik beradaptasi untuk hidup (dan tidur) dibandingkan nenek moyang, yang merupakan pertanda kecerdasan luar biasa.

Zaman dulu, nenek moyang percaya bahwa tidur cepat membuat bangun lebih cepat. Namun, kini tidak demikian lagi. Artinya dibutuhkan kepandaian tertentu untuk bisa mematikan alarm, mengingat penemuan tersebut tergolong baru di kala evolusi tidak mengubah manusia secara keseluruhan.

(Baca juga: Ini Alasan Orang Kreatif Memandang Sesuatu Berbeda)


(Peneliti Satoshi Kanazawa dan Kaja Perina berpendapat bahwa manusia saat ini jauh lebih baik beradaptasi untuk hidup (dan tidur) dibandingkan nenek moyang, yang merupakan pertanda kecerdasan luar biasa. Foto: Mr. Lee/Usplash.com)

Hal tersebut tampaknya dikuatkan oleh penelitian University of Southhampton yang membandingkan keadaan sosial ekonomi 1.229 pria dan wanita dengan pola tidur mereka. 

Orang-orang yang disebut "burung hantu" (karena mereka tidur setelah 11 malam dan bangun setelah jam 8 pagi) memiliki penghasilan lebih banyak dan gaya hidup yang lebih nyaman secara umum.

Sayangnya, ini tidak berarti kita harus menghabiskan waktu kita di tempat tidur. Meskipun 'burung hantu malam' lebih bahagia dan lebih pintar, masih ada faktor risiko yang signifikan yang berkaitan dengan tidur terlalu lama. 

Kabar buruknya menurut laman Independent, orang yang menghabiskan 12 jam atau lebih di tempat tidur telah terbukti memiliki risiko kematian dini yang jauh lebih tinggi.





(TIN)