5 Faktor Pencetus Galau dan Depresi

Raka Lestari    •    Senin, 09 Oct 2017 13:34 WIB
seks dan kesehatan
5 Faktor Pencetus Galau dan Depresi
Depresi dapat menyerang baik remaja ataupun orang dewasa dan memiliki dampak yang luas hingga mereka tidak bisa mengatur masalah-masalah mereka tersebut. (Foto: Aziz Acharki/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Beberapa hari yang lalu, dunia netizen sempat dihebohkan dengan kabar seorang wanita cantik yang masih muda mengakhiri hidupnya dengan menabrakkan diri dengan kereta yang sedang melaju kencang. 

Dalam beberapa berita yang beredar, saksi mata juga mengakui bahwa wanita tersebut sebelumnya sempat menangis sebelum akhirnya terus menutup kupingnya dan berjalan di tengah rel.

Dalam pantaun Metrotvnews.com, beberapa status akun Facebook milik Diniharii, yang menandakan keresahan serta kegalauan perasaannya cukup terpapar jelas dalam status-statusnya-baik yang berhubungan dengan masalah keluarga yang ia tanggung, maupun dengan seseorang yang ia sebut dengan "Mr. K."

Dilansir dari Mindyourmind.ca, masa remaja bisa jadi merupakan masa-masa yang paling sulit, bahkan untuk para remaja yang sudah bisa menyesuaikan diri. 



Depresi dapat menyerang baik remaja ataupun orang dewasa dan memiliki dampak yang luas hingga mereka tidak bisa mengatur masalah-masalah mereka tersebut. 

(Baca juga: Remaja Paling Rentan Bunuh Diri, Ini Langkah Mencegahnya)

Namun setelah memerhatikan tanda-tanda depresi, penting juga untuk mencari bantuan dan menentukan perawatan yang Anda butuhkan untuk menemukan penyebab dari depresi tersebut. Hal ini dapat membantu untuk membuat situasi lebih mudah ditangani. 

Dibawah ini adalah 5 faktor penyebab depresi yang umumnya sering terjadi:

1. Tekanan Akademik 
Remaja berada di bawah tekanan yang cukup besar untuk mendapatkan hasil yang baik di bidang akademik. Terutama karena biaya pendidikan cukup tinggi dan banyak keluarga yang mengandalkan beasiswa untuk membantu meringankan biaya pendidikan. Permasalahan yang berhubungan dengan kelas, nilai-nilai sekolah, dan tes di sekolah dapat menyebabkan remaja mengalami depresi. 

2. Tekanan Sosial 
Selama masa remaja, Anda mencoba untuk belajar cara berinteraksi sosial yang lebih kompleks dan lebih rumit. Popularitas sangat penting pada masa-masa remaja. Munculnya tekanan dari lingkungan untuk mencoba obat-obatan terlarang, atau minum-minuman beralkohol dapat menyebabkan trauma bagi remaja yang tidak ingin melakukannya namun takut kehilangan popularitasnya jika tidak melakukan hal-hal tersebut. 



3. Masalah Percintaan 
Pada masa remaja, hal-hal yang berhubungan dengan keromantisan dapat menjadi salah satu yang menarik perhatian para remaja dan cukup berpengaruh. Dari perpisahan dengan pasangan sampai cinta yang tak terbalas dapat menjadi salah satu penyebab remaja mengalami depresi. 

4. Kejadian Traumatis
Kematian dari seseorang yang dicintai, pelecehan atau kejadian traumatis lainnya menyebabkan para remaja menjadi depresi atau memiliki rasa cemas berlebihan. Sebagai akibat dari rasa trauma, lebih baik untuk mengawasi perubahan perilaku atau tanda-tanda depresi dari para remaja. 

5. Perpisahan Orangtua 
Perceraian atau perpisahan orangtua mungkin menjadi sesuatu hal yang biasa akhir-akhir ini, namun itu tidak berarti tidak memiiki efek terhadap kesehatan emosional. Perpisahan kedua orangtua dan memiliki ayah atau ibu tiri sangat mengganggu bagi remaja, dan sering menyebabkan depresi. 











(TIN)