Alasan Warna Telur Berbeda

Raka Lestari    •    Rabu, 02 Jan 2019 12:38 WIB
kesehatan
Alasan Warna Telur Berbeda
Cara ayam berkembang biak dan faktor genetik mereka yang menentukan apakah ayam tersebut memiliki gen pigmen atau tidak. (Foto: Autumn Mott Rodeheaver/Unsplash.com)

Jakarta: Telur diketahui sebagai salah satu makanan yang sangat kaya akan nutrisi namun bisa dengan mudah didapatkan, selain itu telur juga cukup sering dijadikan sarapan karena dapat dengan mudah dipadukan dengan bahan-bahan makanan lainnya.

Namun ada satu hal yang cukup sering dijadikan perdebatan, yaitu warna kulit telur.

Banyak yang menganggap warna kulit telur yang lebih coklat dianggap memiliki nutrisi yang lebih banyak sehingga memiliki harga lebih mahal dibandingkan telur dengan kulit yang lebih pucat.

Menurut Sharman Hickman, Director of Community Outreach and Education dari Hickman's Family Farms, pertama-tama penting untuk mengetahui mengapa ayam memiliki berbagai warna telur.

Hal itu semua terjadi karena faktor genetik, bukan karena kandungan nutrisi yang menentukan warna kulit telur dan harganya, jelas Hickman.

(Baca juga: Amankah Mengonsumsi Telur Setiap Hari?)


(Meskipun semua telur awalnya berwarna putih, warna cangkang telur dapat berubah dari putih hingga coklat dan bahkan biru pada beberapa ras langka. Foto: Danielle MacInnes/Unsplash.com)

Cara ayam berkembang biak dan faktor genetik mereka yang menentukan apakah ayam tersebut memiliki gen pigmen atau tidak.

Gen pigmen tersebut merupakan bahan kimia alami selama proses bertelur yang melapisi telur dan menghasilkan kulit berwarna, kata Jesse LaFlamme, CEO Pete and Gerry's Organic Eggs.

Meskipun semua telur awalnya berwarna putih, warna cangkang telur dapat berubah dari putih hingga coklat dan bahkan biru pada beberapa ras langka, tambah Hickman.

Meskipun telur kadang-kadang memiliki harga yang berbeda-beda, Anda tidak bisa mengetahui kandungan nutrisi mereka hanya pada warna kulit, menurut Malina Linkas Malkani, MS, RD, CDN, dari Academy of Nutrition and Dietetics.  

"Memilih antara telur coklat dan putih itu tergantung dari pilihan setiap orang" katanya. 

"Tetapi penting bagi orang untuk mengetahui bahwa warna kulit telur terkait dengan cara pengembangbiakan ayam, bukan karena kandungan nutrisi telur, rasa, kualitas, atau ketebalan kulit."

Menurut Malkani, pencipta Gaya Hidup Wholitarian mengatakan ketika ayam tersebut dibesarkan misalnya, ayam yang diberi diet yang diperkaya omega-3 dan vitamin D menghasilkan telur yang lebih tinggi dalam nutrisi spesifik tersebut.

Untuk itu, apa pun pilihan Anda, jangan menilai telur berdasarkan warna cangkangnya.




(TIN)