Diet Mediterania Jangka Panjang Turunkan Risiko Depresi

Sri Yanti Nainggolan    •    Senin, 08 Oct 2018 09:00 WIB
diet
Diet Mediterania Jangka Panjang Turunkan Risiko Depresi
(Foto: Healthline)

Jakarta: Pola makan Mediterania nampaknya memang bagus diterapkan dalam keseharian. Sebuah penelitian menemukan manfaat lain diet tersebut, yaitu menurunkan depresi. 

Diet Mediterania berfokus pada pola makan berbasis tumbuhan, seperti buah, sayuran, gandum, dan kacang-kacangan. Selain itu, pola makan ini juga mengganti mentega dengan minyak zaitun. 

Studi yang dpublikasi dalam jurnal Molecular Psychiatry tersebut menyimpulkan bahwa gaya hidup rendah lemak, gula dan makanan proses dapat menurunkan risiko depresi sebanyak 24 persen dalam kurun waktu 12 tahun. 

Penelitian tersebut melibatkan 1,5 juta orang dewasa sehat yang diminta mengikuti pola makan Mediterania untuk melihat apakah diet itu berpengaruh pada kesehatan kardiovaskular.

Beberapa studi tersebut menggunakan berbagai ukuran, termasuk ukuran kepatuhan yang berbeda terhadap diet Mediterania, Indeks Makan Sehat, Pendekatan Diet untuk Menghentikan Hipertensi, dan Indeks Radang Diet.

Indeks inflamasi yang lebih rendah dikaitkan dengan insiden depresi yang lebih rendah dalam empat penelitian longitudinal.

Diet Mediterania juga berkaitan dengan penurunan kejadian kanker, serta penyakit parkinson dan alzheimer.

Selain itu, wanita yang melakukan diet Mediterania yang dilengkapi dengan minyak zaitun extra-virgin dan kacang campuran juga terbukti mengalami penurunan risiko kanker payudara.

“Pola makan kaya zat anti-inflamasi dapat membantu mencegah depresi,” jelas Dr Camille Lassale, peneliti di University College London.

Ia menyimpulkan, orang yang melakukan diet Mediterania memiliki risiko 33 persen lebih rendah mengalami depresi selama 8 hingga 12 tahun ke depan dibandingkan dengan orang yang pilihan makanannya paling tidak menyerupai pola makan itu.





(DEV)