Studi Menemukan Hubungan Antara Penyakit Jantung dengan Alzheimer

Raka Lestari    •    Rabu, 14 Nov 2018 10:56 WIB
alzheimerstudi kesehatanpenyakit jantung iskemik
Studi Menemukan Hubungan Antara Penyakit Jantung dengan Alzheimer
Dalam studi sebelumnya yang dilakukan oleh Vanderbilt University Medical Center, terungkap bahwa jantung yang sehat dapat membantu mencegah penyakit Alzheimer. (Foto: Rawpixel/Unsplash.com)

Jakarta: Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa pasien yang didiagnosis dengan penyakit Alzheimer juga menunjukkan tanda-tanda penyakit kardiovaskular. Dan bahwa otak para pasien Alzheimer menunjukkan tanda-tanda penyakit vaskular. 

Dan saat ini para ilmuwan telah menemukan bahwa gen Anda mungkin dapat menentukan apakah Anda rentan terhadap penyakit Alzheimer dan tingginya kadar lipid darah seperti kolesterol. 

Menurut para peneliti di UC San Francisco dan Washington University School of Medicine dalam studi baru mereka, yang diterbitkan dalam jurnal Acta Neuropathologica, Alzheimer dan penyakit kardiovaskular memiliki kesamaan genetik secara umum pada beberapa individu. 

Menurut salah satu peneliti, Rahul Desikan mengatakan bahwa patologi kardiovaskular dan Alzheimer terjadi karena mereka terkait secara genetis. 

(Baca juga: Studi Kesehatan, Kepadatan Tulang Bisa Deteksi Alzheimer)


(Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa pasien yang didiagnosis dengan penyakit Alzheimer juga menunjukkan tanda-tanda penyakit kardiovaskular. Foto: Matthew Bennet/Unsplash.com)

Para peneliti juga menemukan bahwa meskipun pasien yang didiagnosis dengan Alzheimer juga sering menunjukkan faktor risiko kardiovaskular lainnya, seperti tingkat lemak perut yang tidak sehat, diabetes tipe 2, dan nyeri dada atau gejala lain penyakit arteri koroner. 

Dalam studi sebelumnya yang dilakukan oleh Vanderbilt University Medical Center, terungkap bahwa jantung yang sehat dapat membantu mencegah penyakit Alzheimer. Sedangkan fungsi jantung yang buruk dianggap sebagai penyebab utama untuk penyakit Alzheimer. 

Studi ini mencatat bahwa peserta dengan fungsi jantung yang menurun, secara signifikan dua hingga tiga kali lebih mungkin untuk mengembangkan alzheimer. 

Beberapa gejala umum Alzheimer diantaranya adalah kehilangan ingatan, kesulitan dalam perencanaan dan penyelesaian masalah, kesulitan dalam melakukan tugas sehari-hari, kebingungan tentang waktu dan tempat, perubahan penglihatan, stres yang meningkat akibat gejala-gejala sebelumnya, dan lebih menarik diri dari lingkungan sosial.  

Beberapa pemicu atau faktor risiko untuk Alzheimer adalah usia, riwayat penyakit pada keluarga, gangguan gaya hidup tertentu seperti diabetes, cedera kepala sebelumnya, gangguan tidur, dan stres.




(TIN)