Enam Alasan Bayi Rewel dan Menangis setelah Menyusu

Anda Nurlaila    •    Jumat, 01 Feb 2019 12:54 WIB
perkembangan anak
Enam Alasan Bayi Rewel dan Menangis setelah Menyusu
Ada beberapa penyebab ketidaknyamanan bayi setelah menyusu. Berikut ini informasinya. (Foto: Pixabay.com)

Jakarta: Proses menyusui selain memberi nutrisi untuk buah hati juga menjalin kedekatan emosional antara ibu dan bayi. Menyusui dapat memicu perasaan tenang dan nyaman si kecil. 

Namun, tak jarang selama atau setelah menyusu bayi terlihat lekas marah, rewel, bahkan menangis. 

Bayi yang sering menangis setelah menyusu bukan sesuatu yang normal. Apalagi jika diiringi dengan memuntahkan susu dalam jumlah cukup banyak.  

Ada beberapa penyebab ketidaknyamanan bayi setelah menyusu seperti dikutip Healthline, yaitu:

1. Sakit perut
Kolik secara sederhana berarti bayi yang menangis, rewel dan tidak diketahui penyebabnya. British Medical Journal (BMJ) mencantumkan satu kriteria untuk kolik yakni bayi menangis minimal tiga jam sehari, tiga hari atau lebih dalam seminggu, dan berusia di bawah tiga bulan.

Penyebab kolik belum diketahui, bahkan pada kejadian kolik klinis yang diperkirakan terjadi pada 20 persen bayi.

2. Refluks asam lambung
Salah satu penyebab bayi rewel usai menyusu adalah muntah yang sebenarnya adalah refluks asam lambung. Kondisi ini dikenal sebagai penyakit Refluks Gastroesofageal (GERD) jika menyebabkan gejala signifikan lainnya seperti berat badan yang sulit naik. 

Keluhan sakit perut atau kolik yang bertahan hingga masa kanak usia dan nyeri ulu hati di usia remaja bisa merupakan gejala GERD. 

Meski begitu di antara banyak anak yang muntah setelah minum ASI, hanya sedikit yang mengalami GERD. Refluks asam lambung dikarenakan katup antara kerongkongan dan lambung kurang berkembang atau produksi asam lambung yang lebih tinggi dari normal. 

(Baca juga: Pentingnya Menyusui Bayi Satu Jam Pertama Setelah Lahir)


(Salah satu penyebab bayi rewel usai menyusu adalah muntah yang sebenarnya adalah refluks asam lambung. Foto: Pixabay.com)

3. Sensitivitas dan alergi makanan
Pada sebagian bayi terutama yang masih menyusu, ketidaknyamanan akibat alergi akibat ibu mengasupan makanan tertentu.

Academy of Breastfeeding Medicine mencatat penyebab alergi terbesar adalah protein susu sapi dalam ASI. Tetapi alergi ini sangat jarang terjadi, hanya sekitar 0,5 hingga 1 persen bayi yang disusui secara eksklusif dianggap alergi terhadap protein susu sapi. 

Makanan penyebab alergi lainnya antara telur, jagung, dan kedelai. Jika bayi rewel yang sulit ditenangkan setelah menyusu atau ada gejala lain seperti kotoran berdarah, segera periksakan bayi ke pusat layanan medis.

Ibu yang menghindari makanan penyebab alergi selama masa menyusui mungkin bermanfaat bagi bayi dengan kolik. Kurangi konsumsi makanan dan minuman tertentu seperti susu dan kafein serta beberapa jenis biji-bijian untuk menurunkan risiko alergi. 

4. Gas
Penumpukan udara dalam perut selama menyusui bisa menyebabkan bayi rewel. Bayi yang minum dengan susu botol lebih rentan menelan banyak udara selama menyusui dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Secara umum, bayi yang diberi ASI lebih sedikit menelan udara, namun sebaiknya sendawakan bayi usai menyusu. 

5. Susu formula 
Jika bayi selalu menangis setelah minum susu formula, coba ganti susunya. Bahan-bahan susu yang sedikit berbeda antara satu merek dengan merek lainnya bisa jadi penyebab sakit perut pada bayi yang sensitif. 

6. Periksakan ke dokter anak 
Kolik dan beberapa kondisi lain bisa jadi penyebab bayi rewel dan cengeng. Jika bayi tetap terlihat kesal, menangis dalam waktu cukup lama setelah perubahan pola makan atau disendawakan, sebaiknya bawa bayi ke dokter anak untuk diagnosis lebih dalam. 





(TIN)