Ditemukan Obat yang Dapat Membuat Kulit Eksotis Secara Alami

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 15 Jun 2017 16:59 WIB
studi kesehatan
Ditemukan Obat yang Dapat Membuat Kulit Eksotis Secara Alami
(Foto: topsante.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kulit eksotis dinilai seksi oleh sebagian orang, terutama bagi orang-orang di negara barat. Tak mengherankan jika berjemur menjadi aktivitas yang disukai untuk mendapatkan kulit gelap memesona.

Sayangnya, belum banyak yang tahu jika berjemur terlalu lama juga tidak baik. Paparan sinar UV secara berlebihan dapat memicu kanker kulit.

Mengatasi hal tersebut, sebuah penelitian menemukan cara yang lebih aman untuk menggelapkan kulit tanpa membahayakan tubuh.

Para peneliti dari Massachusetts General Hospital mengembangkan sebuah obat yang dapat menirukan efek dari sinar matahari pada kulit, yang bisa menggelapkan tanpa paparan sinar UV.

Obat tersebut bekerja dengan cara mengelabui kulit untuk memproduksi warna cokelat dari pigmen melanin. Obat ini telah berhasil diuji coba pada tikus.

Diharapkan efek tersebut juga dapat berhasil pada manusia sehingga risiko terkena kanker kulit semakin mengecil.

"Tujuan kami adalah mencari strategi untuk melindungi kulit dari radiasi UV dan kanker. Pigmen gelap berkaitan dengan risiko yang lebih rendah mengalami kanker kulit," ujar Dr David Fisher, salah seorang peneliti.

Melanin gelap adalah tabir surya alami kulit, namun hanya bisa terbuat setelah mengalami reaksi kimia akibat paparan sinar matahari.

Obat baru tersebut, dapat membuat tubuh melewati fase kerusakan kulit dan langsung memproduksi melanin dengan cara mengoleskannya ke kulit.

"Obat ini memiliki efek menggelapkan. Dalam mikroskop, melanin mengaktifkan produksi pigmen dengan cara yang bebas dari UV," tambahnya.

Obat tersebut juga memiliki kelebihan dalam memperlambat penuaan kulit.

Jika penggelap palsu umumnya hanya mewarnai kulit dan tidak memberikan perlindungan, obat tersebut tidak demikian karena bisa membantu  menghambat paparan sinar UV.

Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat bagaimana efek pada manusia.

 


(DEV)