Mengidap Sirosis di Usia Senja Tingkatkan Risiko Stroke

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 08 Jun 2017 13:57 WIB
studi kesehatan
Mengidap Sirosis di Usia Senja Tingkatkan Risiko Stroke
(Foto: The Health Site)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa orang lanjut usia (lansia) yang menderita sirosis, kerusakan pada organ hati, dapat meningkatkan risiko stroke, terutama hemoragik.

Sirosis adalah sebuah kondisi dimana hati mengalami kerusakan kronis karena terluka atau gagal hati.

Penemuan tersebut menyebutkan bahwa insidensi stroke 2,17 persen per tahun pada pasien dengan sirosis dan 1,11 persen pada pasien tidak sirosis.

"Sirosis dikaitkan dengan proses perdarahan ekstrahepatik dan trombotik, seperti perdarahan gastrointestinal dan tromboemboli vena. Komplikasi serebrovaskular sirosis relatif kurang dipahami, "kata Neal S. Parikh, dari New York-Presbyterian Hospital, New York.

Sirosis dapat meningkatkan risiko stroke karena adanya gangguan pembekuan  (koagulopati) akibat faktor penyebab sirosis yang berhubungan dengan pembuluh darah.

Selain itu, penyebab sirosis seperti penyalahgunaan alkohol, infeksi hepatitis C dan penyakit metabolik juga dapat menyebabkan risiko stroke.

"Kami menemukan bahwa pasien dengan sirosi menghadapi peningkatan risiko stroke setelah melalui beberapa penilaian seperti karakter domografi, faktor risiko stroke umum, dan komordinitas yang relevan," ujar Parikh.

Sirosis tampaknya lebih berkaitan dengan stroke hemoragik daripada stroke iskemik. Namun hal tersebut juga tergantung pada jenis sirosis yang dialami, dimana kebanyakan sirosis dekompensasi (atau gagal hati) cenderung menyebabkan stroke.

Studi yang dipublikasikan dalam JAMA Neurology tersebut melibatkan lebih dari 1,6 juta lansia berusia lebih dari 66 tahun. Sekiat satu persen (15.586 pasien) menderita sirosis selama empat tahun masa penelitian lanjutan dan 77.268 pasien di opname karena menderita stroke.


 


(DEV)