Benarkah Pakaian Ketat Bisa Mengurangi Rasa Lelah Berolahraga?

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 08 Jun 2017 14:57 WIB
kesehatan
Benarkah Pakaian Ketat Bisa Mengurangi Rasa Lelah Berolahraga?
(Foto: Medical Daily)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tak sedikit orang yang berolahraga dengan menggunakan pakaian ketat. Namun, sebuah studi menyebutkan bahwa kebiasaan tersebut ternyata tak terlalu bermanfaat.

Para atlet kebanyakan menggunakan celana ketat untuk mengurangi lelah dan membuat mereka berlari lebih cepat. Sayangnya, sebuah studi menunjukkan hal yang berbeda.

Studi tersebut melakukan tes pada dua pakaian ketat, salah satu sangat ketat dan lainnya tak terlalu ketat. Sebanyak 17 pria yang merupakan pelari diminta berlari di atas treadmill selama setengah jam dimana 80 persen dari mereka berlari cepat menggunakan pakaian ketat. Teknologi canggih digunakan untuk menangkap setiap pergerakan tubuh mereka saat berlari. Selain itu, kekuatan kaki dan tinggi lompatan juga diuji coba dalam beberapa kesempatan.

"Kami memiliki treadmill khusus dengan sensor kekuatan untuk mengukur seberapa keras kaki pelari mendarat, bagaimana mereka dapat mendorong dan bagaimana perubahan yang terjadi semakin lama," ujar pemimpin studi  Ajit Chaudhari dalam sebuah pernyataan.

Para partisipan juga menggunakan pengukur detak jantung sehingga para peneliti bisa mengukur tenaga partisipan saat berlari.

Chaudhari dan para rekannya ingin menguji coba teori dimana pakaian ketat dapat mengurangi getaran otot saat berlari dan mengurangi rasa lelah.

"Saat otot bergetar, akan terjadi kontraksi yang membutuhkan energi. Dengan demikian, teori tersebut menunjukkan bahwa semakin sedikit getaran otot, maka akan semakin berkurang kelelahan," tukasnya.

Sayangnya, pengurangan getaran tersebut tidak ada hubungannya sama sekali dengan pengurangan rasa lelah. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pelari memberikan performa yang sama, baik saat menggunakan pakaian ketat atau tidak.

Meski demikian, menurut Chaudhari, menggunakan pakaian ketat membantu pelari menempuh jarak yang lebih jauh jika mereka merasa nyaman dalam menggunakannya.


(DEV)