7 Penyebab Kram Perut Selain karena Haid

Torie Natalova    •    Kamis, 25 May 2017 10:47 WIB
kesehatan pencernaan
7 Penyebab Kram Perut Selain karena Haid
Jika Anda menahan buang gas, ini akan membengkakkan usus besar dan menyebabkannya mengental. (Foto: Wonder Wardrobes)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kram pada perut terasa sakit menusuk dan bisa membuat Anda merasa terengah-engah. Saat kram terjadi, Anda membutuhkan bantalan panas untuk meredakan rasa nyerinya.

Terkadang, akan sangat membantu menentukan penyebab kram berdasarkan lokasinya. Misalnya, kram di kedua sisi perut mungkin disebabkan dari masalah di usus besar yang bisa mengindikasikan adanya penyakit gas atau makanan. Perlu diingat bahwa kram berbeda dengan rasa sakit.

Kram biasanya terjadi saat wanita sedang haid. Namun, ada beberapa faktor lain yang bisa memicu kram hadir setiap saat.



1. Sindrom iritasi usus
Stres yang meningkat dapat memicu penyakit ini. Para ahli berpikir bahwa hormon stres bisa membuat usus lebih peka terhadap rangsangan sehingga merespons dengan baik diare atau sembelit. Selain itu, aktivitas ini membuat otot di usus Anda cenderung berkontraksi. Inilah yang dapat menyebabkan kram dan nyeri yang berhubungan dengan sindrom iritasi usus.

2. Otot yang tertarik
Tidak semua kram dan sakit perut karena usus. Terkadang, otot perut yang menarik dapat memicu rasa kram. Hal ini akibat gerakan olahraga seperti gerakan pilates atau melakukan aktivitas sehari-hari dan melakukan gerakan yang mendadak. Cedera ini akan membuat perut terasa sakit dan kram.

(Baca juga: Bagaimana Mengetahui Kram Saat Haid Anda Normal?)

3. Sembelit
Sembelit menyebabkan gelombang rasa sakit di berbagai daerah di usus besar. Rasa sakit terus menerus relokasi karena otot-otot berkontraksi dengan usus besar yang mendorong kotoran ke depan. Membutuhkan banyak tekanan untuk memindahkan tinja ke depan, usus besar membengkak dan ini menyebabkan kram.

4. Penyakit radang usus
Ini adalah kondisi autoimun dimana antibodi menyerang saluran pencernaan dan menyebabkan luka, diare atau kram. Penyakit kronis ini harus segera ditangani secara cepat. Dokter akan melakukan tes darah, kolonoskopi, endoskopi untuk mengetahui apakah Anda menderita penyakit ini.



5. Ovulasi

Nyeri perut bagian bawah berkaitan dengan ovulasi yang terjadi sekitar 14 hari sebelum periode haid berikutnya. Banyak masalah PMS memiliki satu kesamaan yaitu pelepasan prostaglandin yakni hormon untuk mengatasi rasa sakit, yang dilakukan oleh rahim dan berbagai organ lainnya.

Saat Anda berovulasi, Anda bisa melepaskan sedikit prostaglandin yang bisa menyebabkan kontraksi otot polos rahim dan usus. Ini adalah alasan mengapa beberapa wanita mengalami kram usus dan diare saat mereka haid.

6. Gas
Salah satu alasan yang paling umum kram adalah mengembangkan gas dan ini bisa terjadi karena pertumbuhan bakteri yang berlebihan atau tidak membiarkannya keluar. Jika Anda menahan buang gas, ini akan membengkakkan usus besar dan menyebabkannya mengental.

7. Divertikulitis
Peradangan kantong divertikula di lapisan saluran pencernaan Anda menyebabkan kram perut yang intens disertai demam dan mual. Kasus ringan penyakit ini dapat dengan mudah diobati. Namun, divertikulitis yang parah atau berulang bisa memerlukan pembedahan.







(TIN)