Mengatasi Kelebihan Keringat di Kaki

Torie Natalova    •    Minggu, 28 May 2017 10:31 WIB
studi kesehatan
Mengatasi Kelebihan Keringat di Kaki
(Foto: Planet Science)

Metrotvnews.com, Jakarta: Keringat biasanya muncul ketika Anda berada di ruangan atau lingkungan yang panas atau seusai berolahraga. Tetapi, sebagian orang mengalami keringat berlebih meski tidak dipicu oleh udara panas atau olahraga.

Hyperhidrosis, merupakan sebutan untuk orang yang memiliki keringat berlebihan. Biasanya, kondisi ini lebih sering terjadi pada pria usia muda.

Orang yang mengeluarkan banyak keringat di kaki dan bau adalah salah satu ciri memiliki gangguan ini. 

Menurut Jacqueline M. Sutera, dokter penyakit podiatri, hyperhidrosis merupakan kondisi turun temurun yang bisa disebabkan oleh rasa takut, cuaca panas, demam atau penyakit, infeksi, kain atau pewarna di kaus kaki. Sedangkan kecenderungan keringat berlebih di luar faktor tersebut, umumnya disebabkan oleh masalah genetik.

Tergantung pada keparahan keringat. Melembabkan dengan teh dengan merendam kaki di teh dingin dapat mengecilkan kelenjar keringat. Obat semprot untuk mengeringkan kulit dan bau juga bisa mengatasi sementara.

Sementara itu, kaos kaki dan sepatu juga dapat memicu keringat di kaki. Memakai sepatu yang tertutup terutama di cuaca yang panas dapat mendorong keringat berlebih. Begitupun dengan kaos kaki dari bahan yang tidak menyerap keringat. Para ahli menyarankan sepatu kulit dan kanvas untuk mengurangi keringat di kaki Anda.

Lalu, bagaimana cara mengatasi kaki yang berkeringat? untuk kasus yang lebih parah ada beberapa perawatan yang dapat membantu mengatasinya.

Menurut dokter Jacqueline, prosedur ultrasound Miradry dapat menurunkan jumlah keringat yang terjadi pada telapak tangan dan telapak kaki.

Botox merupakan pilihan lain untuk mengatasi keringat di kaki. Botox di kaki untuk sementara dapat menghentikan produksi keringat selama 3-6 bulan. Perlu diingat bahwa suntikan botox biasanya lebih baik bila dilakukan pada usia dini atau usia 20 tahunan, karena kelenjar keringat yang lebih muda akan lebih mudah ditutup daripada yang sudah tua.



(DEV)