Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kematian Akibat Polusi Udara

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 03 Aug 2017 12:38 WIB
kesehatan
Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kematian Akibat Polusi Udara
(Foto: The Health Site)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa perubahan cuaca diprediksi dapat meningkatkan kematian akibat polusi udara sebanyak 60 ribu kasus pada 2030 dan 260 ribu kasus pada 2100. Menurut studi tersebut, suhu yang lebih panas mempercepat reaksi kimia sehingga menciptakan polutan udara seperti ozon dan partikuler halus, yang dapat memengaruhi kesehatan publik.

Lokasi yang semaki  kering juga dapat memperparah polusi udara karena tak dipindahkan oleh hujan dan meningkatkan risiko kebakaran dan debu berterbangan. Selain itu, pohon yang responsif terhadap suhu yang lebih panas juga akan mengeluarkan polutan organik lebih banyak.

"Karena perubahan iklim memengaruhi konsentrasi polusi udara, maka akan terjadi dampak yang signifikan pada kesehatan dunia, dimana jutaan orang bisa meninggal akibat polusi udara," ujar pemimpin studi Jason West, asistwn profesor di University of North Carolina, Chapel Hill.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Climate Change tersebut menggunakan beberapa model iklim global untuk menentukan jumlah kematian dini yang akan terjadi karena masalah ozon dan partikular di tahun 2030 dan 2100.

Pada setiap model, tim menaksir perubahan yang terjadi pada polusi udara tanah, dimana dapat berkontribusi pada perubahan iklim di masa depan.

Mereka kemudian melapisi perubahan ini secara spasial pada populasi global, memperhitungkan pertumbuhan populasi dan perubahan yang diharapkan dalam kerentanan terhadap polusi udara.

Lima dari delapan model memprediksi akan terjadi kematian dini pada 2030 dan tujuh dari sembilan model pada 2100.

"Kami menemukan bahwa sebagian besar model menunjukkan kemungkinan peningkatan kematian adalah sinyal paling jelas bahwa perubahan iklim akan merugikan kualitas udara dan kesehatan," kata West.

Selain memperburuk kematian akibat polusi udara, perubahan iklim juga dapat mempengaruhi kesehatan melalui perubahan tekanan panas, akses terhadap air bersih dan makanan, badai parah dan penyebaran penyakit menular.


(DEV)