5 Informasi yang Tidak Boleh Anda Bohongi Jika ke Dokter

Yatin Suleha    •    Jumat, 19 May 2017 12:48 WIB
kesehatan
5 Informasi yang Tidak Boleh Anda Bohongi Jika ke Dokter
Sebaiknya hindari untuk membohongi berapa usia Anda yang sebenarnya. Dr. Shafer mengatakan jika pasien sudah berbohong tentang usianya, ia bisa saja berbohong dengan gejala yang lainnya. (Foto: Cherokee Women's Health)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ada kalanya ketika Anda diperiksa oleh dokter, Anda mengisi sebuah formulir yang lengkap. Banyak dari pertanyaan tersebut berisi riwayat kesehatan dan kehidupan Anda sehari-hari.

Misalnya saja, apakah Anda perokok aktif atau pasif, apa yang biasa Anda konsumsi, krim apa yang biasa Anda pakai, obat apa yang biasa Anda konsumsi sebelum ke klinik, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Semua daftar pertanyaan yang diajukan tentu saja bukannya tanpa alasan. Ini bertujuan untuk memberikan pengobatan yang tepat guna bagi Anda sesuai dengan yang Anda butuhkan.

(Baca juga: Meski Rutin ke Dokter, Banyak Anak Muda Enggan Lakukan Tes HIV)



1. Riwayat operasi
David Shafer, MD, seorang dokter spesialis bedah plastik pernah mengatakan bahwa ia pernah menemukan pasien yang tidak mengakui bahwa ia pernah melakukan operasi plastik dan facelift.

"Tidak rugi bagi Anda memberikan informasi yang sesungguhnya. Baik itu operasi kecil atau besar, karena kejujuran informasi yang Anda berikan bisa meringankan komplikasi penyakit Anda di masa depan," ucap Shafer.



2. Usia Anda
Sebaiknya hindari untuk membohongi berapa usia Anda yang sebenarnya. Dr. Shafer mengatakan jika pasien sudah berbohong tentang usianya, ia bisa saja berbohong dengan gejala yang lainnya. "Ini merupakan hal yang krusial, dan ini juga menyangkut tentang tingkat kepercayaan antara pasien dengan dokternya," tambah Shafer.



3. Pola makan Anda
Ada kalanya ketika Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis ahli gizi klinis, Anda malu dan tidak mengakui tentang burger, pizza, minuman soda yang Anda konsumsi. Ini semua menghasilkan rencana diet yang sudah diberikan oleh dokter melenceng.

Tania Dempsey, MD, seorang dokter integrative di Armonk, New York, Amerika mengatakan bahwa semua dokter akan selalu memberikan saran yang terbaik bagi setiap pasiennya.

"Jika mereka memberikan informasi yang benar tentang apa saja yang mereka makan, para dokter mungkin bisa mencarikan strategi pengobatan dan pilihan agar semua pasien bisa maksimal," ucap Dempsey.



4. Bagaimana cara Anda mengonsumsi obat
Dokter spesialis kulit di Manhattan Joshua Zeichner, MD mengatakan bahwa ada pasien yang sering tak sabar untuk memakai semua obat jerawat hingga tuntas. Dan ketika kembali datang lagi, jerawatnya tidak berkurang secara signifikan.

Zeichner menegaskan bahwa semua resep dan obat yang telah diberikan bisa membantu wajah menjadi lebih baik kondisinya. "Namun, jika Anda sebagai pasien tidak patuh pada pemberian dan pemakaian obat, Anda tidak membantu diri Anda sendiri. Dan semua obat hanya akan berfungsi maksimal pada tubuh Anda, jika Anda patuh dalam memakainya," terang Zeichner.



5. Perokok aktif
"Salah satu kebiasaan pasien tidak mau mengakui bahwa dirinya merupakan seorang perokok aktif. Dan ini tentu tidak baik," ujar Andrew J. Miller, MD, seorang dokter spesialis bedah plastik.

Ia menyebutkan bahwa nikotin merupakan hal yang buruk untuk perbaikan proses di tubuh Anda setelah Anda dioperasi-operasi apa pun.

Nikotin sangat buruk bagi pemulihan kondisi pasien. Banyak ahli bedah kesulitan operasi tertentu karena sayatan dapat pecah, yang menyebabkan jaringan parut setelah proses penyembuhan yang lama. 







(TIN)