4 Minyak Esensial untuk Terapi Asma

Nia Deviyana    •    Rabu, 23 Nov 2016 11:16 WIB
tips kesehatan
4 Minyak Esensial untuk Terapi Asma
(Foto: Medicalnewstoday)

Metrotvnews.com, Jakarta: Minyak esensial tidak hanya berfungsi sebagai aromaterapi yang dapat merileksasi tubuh, tetapi juga memiliki manfaat bagi penderita asma.

Dilansir Medicalnewstoday, ada empat  jenis minyak esensial yang bisa digunakan penderita asma sebagai terapi pengobatan. Apa saja?

1. Peppermint

Salah satu faktor pencetus kambuhnya asma adalah paparan alergen histamin. Peppermint, lewat zat metanol yang terkandung di dalamnya, membantu menghentikan pelepasan histamin dalam tubuh yang menyebabkan hidung tersumbat. Penderita asma pun dapat bernapas lebih baik.

2. Lavender

Minyak esensial yang memberikan efek relaksasi ini bersifat menenangkan dan memiliki manfaat anti inflamasi untuk meredakan peradangan pada penderita asma. Manfaat yang sama juga ditemukan pada eucalyptus atau minyak kayu putih.

3. Minyak pohon teh

Serupa dengan lavender dan eucalyptus, minyak pohon teh berkhasiat mengatasi peradangan dan mengurangi respons alergi tubuh.

4. Chamomile

Selain mengatasi peradangan, minyak esensial ini membantu melegakan paru-paru dan meringankan batuk.

Bagaimana cara menggunakan minyak tersebut sebagai terapi asma?


Pertama, sebagai aromaterapi. Anda bisa memasukan ke dalam inhaler untuk dihirup sewaktu-waktu. Menyemprotkan minyak ini ke udara juga membantu membersihkan udara dari alergen yang berpotensi menyebabkan asma.

Kedua, Anda bisa mengoleskan di kulit sekitar hidung untuk melegakan pernapasan. Namun, cara ini kurang efektif pada mereka yang memiliki kulit sensitif dan mudah teriritasi.

Beberapa minyak esensial biasanya tersedia dalam bentuk suplemen sehingga Anda lebih mudah menggunakannya. Cara ini sangat tepat untuk penderita asma yang sangat sensitif terhadap bau, dan mudah kambuh jika mencium bau aneh yang menyengat.

Hampir 26 juta orang Amerika menderita asma. Jumlah tersebut termasuk 7 juta pasien anak-anak. Asma juga merupakan penyebab ketiga kasus rawat inap di rumah sakit pada anak-anak.


Hingga kini, belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkan asma sampai tuntas. Meski mencoba terapi alami, pasien harus terus melakukan pemeriksaan medis secara berkala agar dapat menjalani aktivitas layaknya orang sehat pada umumnya.


(DEV)