BKGN di Palembang Ingatkan Pentingnya Pencegahan Dini Masalah Gigi dan Mulut

M Studio    •    Kamis, 03 Nov 2016 15:54 WIB
kesehatan gigi dan mulut
BKGN di Palembang Ingatkan Pentingnya Pencegahan Dini Masalah Gigi dan Mulut
RSGM milik Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Sriwijaya (UNSRI) menjadi lokasi diadakannya BKGN di Sumatera Selatan (Foto:Dok)

Metrotvnews.com, Jakarta: Orang tua berperan besar dalam mencegah kebiasaan yang berakibat buruk pada kondisi kesehatan gigi dan mulut anak.

Orang tua memiliki peranan yang besar dalam menjaga kesehatan anaknya, termasuk kesehatan gigi dan mulut. Dengan mengenal kebiasaan anak yang dapat berakibat buruk pada kondisi kesehatan gigi dan mulut, maka orang tua bisa melakukan pencegahan sedini mungkin terhadap kemungkinan timbulnya masalah gigi dan mulut anak.

Guna mengingatkan pentingnya peran orang tua, terutama ibu untuk mengenal dan mengetahui bagaimana cara mencegah kebiasaan yang berakibat buruk pada kondisi kesehatan gigi dan mulut anak, Pepsodent kembali berkolaborasi dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) untuk menyelenggarakan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) yang ketujuh.

RSGM milik Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Sriwijaya (UNSRI) menjadi lokasi diadakannya BKGN di Sumatera Selatan pada tanggal 2 hingga 4 November 2016. Dengan diselenggarakan BKGN di UNSRI, masyarakat Palembang dan sekitarnya mendapat kesempatan melakukan pemeriksaan serta perawatan kesehatan gigi gratis di RSGM Universitas Sriwijaya yang dapat berupa konsultasi, penambalan sederhana yang tidak melibatkan perawatan syaraf gigi, pencabutan tanpa komplikasi gigi sulung atau gigi tetap, pembersihan karang gigi, dan perawatan pencegahan gigi berlubang dengan aplikasi fluoride atau fissure sealant. Untuk memenuhi kebutuhan pengunjung BKGN, Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Sriwijaya menyiapkan sekitar 150 tenaga ahli untuk memberikan pelayanan dengan target lebih dari 1.000 orang yang datang berkunjung,

Hadir meresmikan pembukaan BKGN di RSGM UNSRI yakni dr. Syarif Husin, M.S., Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya didampingi oleh drg. Sri Wahyuningsih Rais, M.Kes, Sp.Pros, Ketua Program Studi Kedokteran Gigi dengan disaksikan oleh para mahasiswa dan civitas akademika di wilayah Universitas Sriwijaya
 


Berdasarkan data RISKESDAS 2013, sebanyak 19,5 persen masyarakat Sumatera Selatan memiliki masalah gigi dan mulut, namun baru 5,7 persen yang mendapatkan perawatan dari tenaga ahli. Padahal, jumlah rasio dokter gigi di Sumatera Selatan yaitu 13:100.000 sudah berada di atas rata – rata nasional sebesar 11:100.000.

"Oleh karenanya, kami mengimbau masyarakat Palembang untuk memanfaatkan kehadiran BKGN di Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Provinsi Sumatera Selatan,” ujar drg. Sri Wahyuningsih Rais, M.Kes, Sp.Pros, Ketua Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Sriwijaya.

Selain perawatan dan pemeriksaan, BKGN di UNSRI akan memberikan pelayanan kuratif sederhana serta pelayanan promotif dan preventif, untuk memberikan pemahaman akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.

"Dimulai dengan cara yang paling sederhana, seperti cara menyikat gigi serta waktu yang tepat untuk menyikat gigi, mengingat  dari 96 persen masyarakat Sumatera Selatan yang telah menyikat gigi dua kali sehari baru 2,2 persen yang sudah menyikat gigi di waktu yang  benar, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Angka tersebut masih berada sedikit di bawah rata-rata nasional yang memperihatinkan yaitu 2,3 persen,” jelas Drg. Sri.

Tidak menyikat gigi dengan cara, frekuensi dan waktu yang salah merupakan salah satu kebiasaan buruk yang dianggap sepele. Padahal menyikat gigi dua kali sehari pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur dapat selama minimal 2 menit dapat mengurangi resiko gigi berlubang sebanyak 50 persen.
 
Lebih lanjut, orang tua juga perlu mendampingi anak saat menyikat gigi, karena penelitian memperlihatkan bahwa anak yang didampingi orang tua ketika menyikat gigi menunjukkan perbedaan signifikan dalam indeks kebersihan mulut, radang gusi dan gigi berlubang dibandingkan dengan anak yang tidak didampingi oleh orang tua.


(ROS)