Banyak orang Meninggal saat Berolahraga, Ini Penjelasannya

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 06 Oct 2016 10:32 WIB
kesehatan jantung
Banyak orang Meninggal saat Berolahraga, Ini Penjelasannya
(Foto: escollafutsal)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tak sedikit kasus orang meninggal mendadak saat atau usai berolahraga. Misalnya, public figure Adjie Massaid, Benyamin Sueb, dan Basuki. Ketiganya meninggal usai berolahraga sepakbola/futsal.

Banyak yang bertanya, mengapa olahraga yang seharusnya menyehatkan malah memicu kematian. Sebenarnya, apa penyebabnya?

"Olahraga bisa berisiko menyebabkan kematian mendadak jika seseorang tak tahu bagaimana kondisi kesehatan jantungnya sendiri," ujar Dr.dr. Yoga Yuniadi, SpJP(K), Ketua Indonesian Heart Rythm Society (InaHRS), di Jakarta, Rabu (5/10/2016).

Rutin memeriksa kondisi jantung membantu seseorang untuk mengetahui kapasitas kemampuan fisiknya dalam berolahraga.

Dr Yoga mengambil contoh dua pasiennya yang merasakan kejanggalan saat berolahraga sepeda, olahraga yang 39 persen berisiko menyebabkan kematian mendadak.

"Pasien saya sering pingsan mendadak saat tengah bersepeda beberapa kali, kemudian ia merasakan ada yang aneh dengan detak jantungnya," paparnya.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, pasien diketahui memiliki detak jantung dengan ritme lambat, sehingga ketika bersepeda yang membutuhkan banyak oksigen saat mengayuh, membuat jantung tak sanggup memenuhinya. Untuk mengatasinya, pasien tersebut akhirnya menggunakan pacemaker (alat pacu jantung) agar irama jantung tetap normal.

Ada lagi pasien Dr Yoga yang juga seorang pesepeda. Masalah yang dialami berupa nyeri pada bagian dada saat perjalananan menanjak. Ketika diperiksa secara keseluruhan, pasien tersebut menderita penyempitan pembuluh darah pada bagian jantung, sehingga olahraga yang membutuhkan kerja keras dapat menimbulkan rasa tak nyaman pada bagian dada.

Untuk kasus ini, pengobatan yang dipilih adalah pemasangan ring agar sirkulasi darah dalam jantung lebih lancar.

"Semua masalah jantung pada dasarnya bisa diatasi dengan pengobatan tepat sehingga dapat mencegah terjadinya kematian mendadak," kata dia.


(DEV)