Intoleransi Fruktosa Sebabkan Masalah Pencernaan pada Anak

Torie Natalova    •    Minggu, 09 Oct 2016 08:00 WIB
kesehatan
Intoleransi Fruktosa Sebabkan Masalah Pencernaan pada Anak
(Foto: Web MD)

Metrotvnews.com, Jakarta: Perut kembung, diare, dan rasa nyeri di perut adalah penyakit yang sering menyerang anak-anak. Kondisi di atas bisa terjadi karena berbagai macam faktor, salah satunya intolerasi fruktosa.

Fruktosa merupakan gula sederhana yang digunakan untuk mempermanis makanan dan minuman olahan seperti permen, jus, soda, dan makanan ringan yang banyak disukai oleh anak-anak. Sementara fruktosa alami ada dalam sebagian besar buah dan sayuran.

Intoleransi fruktosa merupakan gangguan metabolisme genetik yang bisa menjadi masalah untuk banyak gangguan pencernaan lainnya. Masalah itu terjadi ketika usus tidak sempurna dalam menyerap gula fruktosa.

Fruktosa diserap melalui saluran tertentu pada lapisan usus. Beberapa orang menyerap kurang optimal fruktosa akibat kekurangan daya serap. Ketika orang yang memiliki kekurangan ini mengonsumsi makanan dengan kandungan fruktosa yang tinggi, fruktosa tetap dalam pembukaan usus.

Kelebihan fruktosa ini kemudian difermentasi oleh flora usus normal yang dapat menyebabkan efek pencahar dalam usus dengan gejala gas dan kembung. Terkadang, penurunan pengiriman atau transportasi fruktosa bisa mempengaruhi atau mengganggu lapisan dalam usus yang menyebabkan penyakit celiac.

Cara mendiagnosis intoleransi fruktosa dapat dilakukan dengan tes sederhana yang disebut tes nafas fruktosa. Tes ini untuk mengukur kenaikan hidrogen dalam napas seseorang setelah memakan fruktosa dalam bentuk apapun.

Jika anak Anda positif intoleransi fruktosa, cobalah bicarakan dengan ahli gizi untuk menemukan cara efektif mengurangi dan menghilangkan fruktosa pada makanan dan minuman anak Anda. Makanan dengan kadar glukosa tinggi dan berkaitan dengan fruktosa masih bisa diberikan pada anak dengan intoleransi fruktosa.

Hal ini terjadi karena glukosa dapat memfasilitasi penyerapan fruktosa dan mengurangi gejalanya. Namun akan lebih baik lagi untuk secara perlahan mengurangi asupan makanan dan minuman dengan fruktosa tinggi pada anak Anda.
 


(DEV)