Ini Alasan Mengapa Latihan Pernapasan Mampu Tingkatkan Fokus

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 12 May 2018 18:08 WIB
kesehatan
Ini Alasan Mengapa Latihan Pernapasan Mampu Tingkatkan Fokus
Ini Alasan Latihan Pernapasan Mampu Tingkatkan Fokus (Foto: shutterstock)

Jakarta: Sebuah penelitian dari Trinity College Dublin menjelaskan adanya hubungan neurofisiologis antara pernapasan dengan fokus.

Praktek meditasi dan yoga pernapasan telah diketahui memiliki banyak manfaat kognitif seperti meningkatkan kemampuan untuk fokus, menurunkan kemungkinan pikiran bercabang, meningkatkan gairah dan emosi positif, menurunkan reaktivitas emosional, dan masih sebagainya.

Ternyata, aktivitas tersebut juga secara langsung memengaruhi tingkat pembawa pesan kimia alami dalam otak bernama noradrenalin.

Pembawa pesan tersebut keluar ketika seseorang merasa tertantang, penasaran, olahraga, atau mengalami peningkatan gairah dan emosional. Jika diproduksi dalam tingkat yang benar, noradrenalin dapat membantu otak menumbuhkan koneksi baru, seperti pupuk otak. Cara kita bernapas, dengan kata lain, memengaruhi kimia dalam otak secara langsung dalam hal meningkatkan fokus dan kesehatan otak.

Studi tersebut menemukan bahwa partisipan yang memiliki fokus baik saat melakukan sebuah tugas memiliki sinkronisasi yang lebih baik dalam pola pernapasan dan perhatian daripada mereka yang memiliki fokus yag buruk.

"Dalam penelitian ini, kami mencari kaitan neurofisiologis yang dapat membantu menjelaskan klaim manfaat yoga dengan mengukur pernapasan, waktu reaksi, dan aktivitas otak di daerah kecil di batang otak yang disebut lokus coeruleus, di mana atau adrenalin dibuat," kata pemimpin penelitian Michael Melnychuk.

Ia menjelaskan, noradrenalin adalah sistem tindakan serba guna di otak. Ketika stres, tubuh menghasilkan terlalu banyak adrenalin sehingga tidak bisa fokus. Ketika tubuh merasa lamban, otak menghasilkan terlalu sedikit adrenalin, yang juga membuat tidak bisa fokus.

Studi tersebut telah membuktikan bahwa ketika menarik napas, aktivitas lokus coeruleus meningkat sedikit, dan hal sebaliknya terjadi ketika menghembuskan napas. Secara sederhana, ini berarti fokus kita dipengaruhi oleh nafas kita. Ada kemungkinan bahwa dengan berfokus dan mengatur pernapasan, mengoptimalkan tingkat perhatian bisa semakin optimal karena adanya sinkronisasi.  

 


(ELG)