Studi: Aktivitas Seks Tingkatkan Memori pada Lansia

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 05 Jun 2018 19:00 WIB
seks dan kesehatan
Studi: Aktivitas Seks Tingkatkan Memori pada Lansia
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa lansia yang aktif secara seksual cenderung memiliki ingatan yang lebih baik. 

Penelitian yang dipublikasikan dalam Archives of Sexual Behaviour tersebut bahwa aktivitas seksual rutin pada usia paruh baya berkaitan dengan peningkatan ingatan. 

Penelitian tersebut melibatkan 6.016 partisipan yang berusia di atas 50 tahun yang dikumpulkan oleh English Longitudinal Study of Aging pada tahun 2012 hingga 2014 yang terdiri dari 2.672 pria dan 3.344 pria. Para partisipan ditanyai seputar kesehatan, pola makan, dan aktivitas seksual. 

Para partisipan juga melakukan tes ingtaan episodik pada 2012 dan 2014 untuk dijadikan perbandingan. 

Peneliti Mark Allen, dosen di sekolah psikologi di University of Wollongong di Australia, menyimpulkan bahwa lansia yang lebih aktif secara seksual dan hubungan yang intim dengan pasangan memiliki memori yang lebih baik. 

Artinya, seks memiliki efek positif terhadap retensi memori dalam jangka pendek. 

Namun, gagasan bahwa peningkatan aktivitas seksual dapat memperlambat penurunan memori dalam jangka panjang tidak berdasar.

"Temuan ini dibangun di atas penelitian eksperimental, dan menemukan aktivitas seksual meningkatkan memori episodik pada hewan non-manusia," demikian menurut studi tersebut.

"Penelitian lebih lanjut menggunakan kerangka waktu yang lebih lama dan langkah-langkah alternatif penurunan kognitif dianjurkan."

Pada 2016, sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim dari McGill University di Kanada mengklaim bahwa wanita yang lebih aktif secara seksual memiliki ingatan yang lebih baik.

Para peneliti melihat adanya korelasi antara pertumbuhan hippocampus (area otak yang mengendalikan emosi, ingatan dan sistem saraf) dan seks.





(DEV)