Generasi Milenial Lebih Mudah Mengalami Gangguan Fisik dan Mental Dibanding Generasi Lain

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 19 Jun 2018 17:15 WIB
penelitian
Generasi Milenial Lebih Mudah Mengalami Gangguan Fisik dan Mental Dibanding Generasi Lain
Sebuah laporan dari Health Foundation menemukan bahwa generasi milenial kemungkinan adalah generasi yang mengalami kesehatan lebih buruk di usia paruh baya. (Foto: Nathan Jefferis/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah laporan dari Health Foundation menemukan bahwa generasi milenial kemungkinan adalah generasi yang mengalami kesehatan lebih buruk di usia paruh baya, dibandingkan orang tua mereka. 

Laporan tersebut menyebutkan bahwa masalah pekerjaan, hubungan, dan rumah tangga yang sekarang memengaruhi orang-orang berusia 20-an dan 30-an sebagai faktor yang dapat menyebabkan risiko lebih tinggi untuk mengalami beberapa gangguan seperti kanker, diabetes, dan penyakit jantung di kemudian hari.

Secara keseluruhan, tren ini berkaitan dengan stres jangka panjang, kecemasan, depresi atau kualitas hidup yang lebih rendah. Laporan tersebut juga menemukan bahwa generasi milenial adalah generasi pertama yang mendapatkan uang lebih sedikit daripada orang tua mereka pada usia mereka.

"Anak-anak muda saat ini menghadapi tekanan yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya," kata Jo Bibby, direktur strategi di Health Foundation.

Secara khusus, laporan tersebut menemukan bahwa generasi milenial berada di bawah tekanan psikologis terkait jam kerja yang tidak aman, kontrak nol-jam, setengah pengangguran, serta dampak dari media sosial; yang menurut laporan tersebut menambah tekanan untuk menjaga hubungan antara kehidupan nyata dan maya.


("Anak-anak muda saat ini menghadapi tekanan yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya," kata Jo Bibby, direktur strategi di Health Foundation. Foto: Tiago Almeida/Unsplash.com)

(Baca juga: Survei: 17 Persen Milenial Mengecek Gawai dalam Berbagai Kesempatan)

Dalam survei terhadap 2.000 orang berusia 22 hingga 26 tahun tersebut, hanya 31 persen yang mengatakan bahwa mereka memiliki hubungan yang kuat dan jaringan pendukung, dan 46 persen mengatakan mereka memiliki dukungan keuangan dan keluarga yang cukup. 

49 persen mengatakan mereka memiliki dukungan emosional dari keluarga, sementara 80 persen mengatakan mereka merasa di bawah tekanan untuk berperilaku dengan cara tertentu karena media sosial.

Awal tahun ini, sebuah studi dari Kings College London menemukan bahwa orang-orang milenial yang kesepian berisiko dua kali lipat terkena gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan dibandingkan dengan mereka yang merasa lebih terhubung dengan orang lain. 

Kantor Statistik Nasional juga menemukan bahwa generasi milenial lebih cenderung mengalami kesepian kronis daripada kelompok usia lainnya.

Bibby mengatakan kepada The Times bahwa meskipun ada peningkatan dalam kesehatan orang muda, mereka bisa terkikis oleh bahaya dan ketidakstabilan kehidupan yang dihadapi banyak anak muda.

"Saya setuju dengan mereka bahwa kita mungkin menyimpan masalah untuk masa depan, di samping masalah apa pun seperti penyakit mental, kejahatan dan sejenisnya yang mungkin terjadi sekarang juga," tambah Michael Marmot, seorang profesor epidemiologi dan kesehatan masyarakat di University College London.





(TIN)