Bolehkah Bayi yang Sakit Dipijat?

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 05 Jul 2018 07:00 WIB
tumbuh kembang bayi
Bolehkah Bayi yang Sakit Dipijat?
(Foto: Newborn Baby)

Jakarta: Pijat bayi adalah salah satu perawatan yang disarankan untuk melancarkan sirkulasi darah si kecil. Namun, bolehkan memijat bayi dalam keadaan sakit?

"Baiknya dibawa ke tenaga kesehatan segera, siapa tahu harus dirawat. Namun, kalau ringan, coba konsultasikan pada dokter apakah bisa dipijat," ujar ahli tumbuh kembang anak dr Bernie Endyarnie Medise, SpA(K), MPH dalam peluncuran Gerakan Pijat Bayi Nasional oleh Johnson's pada Rabu, 4 Juli 2018.

Ia khawatir dengan beberapa orang tua yang berasumsi bahwa memijat dapat menyembuhkan penyakit anak. Padahal, bisa jadi memberi dampak negatif.

Di sisi lain, dr Bernie menyebut bahwa pijat baik untuk menstimulasi bayi dan mencegah gangguan kesehatan seperti kolik. 

Keuntungan lain yang bisa diperoleh adalah membantu memperlancar peredaran darah, melancarkan sistem pernapasan, meningkatkan sistem imunitas, dan meningkatkan kualitas tidur.

Sementara, bagi emosional, pijat bayi dapat memperkuat ikatan dengan orang tua, meredakan ketidaknyamanan, menurunkan  produksi hormon stresor, mengurangi rewel, dan membantu bayi untuk berlatih relaksasi.

Pijat bayi disarankan dilakukan dua hingga tiga kali sehari dengan durasi sekitar 15 menit untuk bayi yang lahir cukup bulan (mature), yaitu bayi yang lahir setelah 36 minggu dengan bobot minimal 2.500 gram. 





(DEV)