Puncak Kepadatan Tulang Terjadi pada Usia 17 Tahun

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 03 May 2018 16:16 WIB
kesehatansusu
Puncak Kepadatan Tulang Terjadi pada Usia 17 Tahun
Tak ada kata terlambat untuk minum susu karena selain kalsium, masih ada gizi lain yang baik untuk tubuh. (Foto: Nathan Dumlao/Unsplash.com)

Jakarta: Susu adalah sumber kalsium terbaik dalam pertumbuhan dan perkembangan tulang. Sayangnya, kebanyakan orang berpikir bahwa susu baiknya hanya dikonsumsi saat kecil.

Susu merupakan makanan yang sudah diperkenalkan sejak lahir sebagai makanan tinggi kalsium, dimulai dari Air Susu Ibu (ASI) hingga produk susu (bubuk atau cair) yang beredar di pasaran.

Pada usia tersebut hingga usia dewasa muda, penyerapan kalsium ke dalam tubuh mencapai 60 persen. Oleh karena itu, asupan zat gizi tersebut harus dimaksimalkan, terutama pada usia puncak kepadatan tulang.

"Puncak tersebut terjadi pada usia 17 tahun pada laki-laki dan 11-14 tahun pada perempuan," tukas ahli Dr. Marudut, B.Sc, MPS dalam Frisian Flag Indonesia Milkversation, Kamis 3 Mei 2018.

(Baca juga: Ini Beda Susu Sapi, Susu Kambing, dan Susu Kuda)

Setelah masa tersebut, penambahan massa tulang tetap ada tetapi dalam jumlah yang tak signifikan, yaitu ketika berusia akhir 20-an atau awal 30-an.

Jika asupan kalsium tak cukup, maka risiko osteoporosis atau keropos tulang di usia senja pun semakin besar.

Namun, bukan berarti konsumsi susu berhenti di usia awal dewasa tersebut. Meskipun kecil, kalsium susu tetap bisa terserap sebanyak 10 persen saat sudah berusia tua.

"Tak ada kata terlambat untuk minum susu karena selain kalsium, masih ada gizi lain yang baik untuk tubuh," tambahnya.

Terakhir, Marudut mengatakan bahwa takaran yang dianjurkan untuk konsumsi susu normal adalah minimal dua gelas per hari, tetapi tak lebih dari empat gelas.





(TIN)