Keluar dari Zona Nyaman Bantu Anda Menghargai Diri Sendiri

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 22 Mar 2018 14:47 WIB
kesehatan mental
Keluar dari Zona Nyaman Bantu Anda Menghargai Diri Sendiri
(Foto: via Bustle)

Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa keluar dari zona nyaman seperti tinggal di luar negeri dan jauh dari rumah membantu seseorang untuk bisa lebih mengembangkan dirinya.

"Ketika Anda keluar dari zona nyaman, seperti teman-teman, lingkungan, atau keluarga; itu artinya Anda memulai dari awal," ujar pelatih karir Jenn DeWall, dilansir dari Bustle.

Hal-hal yang membuat percaya diri, seperti teman yang mendukung atau menjadi terbaik dalam pekerjaan, tidak ada lagi.

"Tinggal di luar negeri mengharuskan Anda menemukan dan bertemu orang-orang baru, membangun dan mengembangkan kesadaran diri Anda untuk menanggapi tantangan baru dan situasi hidup di luar negeri," tambah DeWall.

Untuk lebih melihat manfaat dari tinggal di luar negeri, para ilmuwan sosial di Rice University, Columbia University, dan University of North Carolina merekrut peserta dari panel online, peserta program pascasarjana internasional, kemudian meminta mereka menyelesaikan survei tentang tinggal di luar negeri.

Para peneliti menemukan bahwa hidup di luar negeri memicu refleksi yang memihak diri sendiri di mana seseorang cenderung masuk kedalam budaya baru yang berbeda dengan budaya asal. Refleksi tersebut membantu seseorang lebih mengenal diri sendiri dan menghargai diri sendiri.

Proses mengenal diri sendiri membutuhkan waktu yang lama dan tak pernah berakhir. Namun, keluar dari zona nyaman adalah salah satu cara untuk memelajari diri sendiri.

"Sangat penting untuk memiliki rasa kejelasan tentang siapa kita karena itu secara langsung berkorelasi dengan kebahagiaan dan kepercayaan diri kita," kata DeWall.

Ia melanjutkan, ketika kita tahu siapa kita, kita dapat membuat keputusan yang membuat kita bahagia. Semakin banyak keputusan yang membuat kita bahagia, kita semakin percaya diri.

Sementara, ketika kita tidak tahu siapa kita, kita menjadi korban untuk merasa terjebak atau mulai membandingkan diri kita dengan orang lain. Hal tersebutlah yang menjadi pemicu ketidakbahagiaan dan kurangnya kepercayaan diri.

Lihat video:




(DEV)