Jumlah Sperma yang Rendah Tingkatkan Risiko Penyakit

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 21 Mar 2018 12:10 WIB
studi kesehatan
Jumlah Sperma yang Rendah Tingkatkan Risiko Penyakit
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa jumlah sperma yang rendah tak hanya dapat memicu ketidaksuburan, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit.

Studi tersebut menyebutkan bahwa jumlah semen adalah penanda kesehatan secara umum dan evaluasi kesuburan.

"Studi kami secara jelas menunjukkan bahwa jumlah sperma yang sedikit berhubungan dengan perubahan metabolik, risiko kardiovaskular, dan massa tulang yang rendah," kata pemimpin penulis Alberto Ferlin, asisten profesor di Universitas Brescia di Italia, dilansir dari The Health Site.

Ia menambahkan, pria infertil cenderung memiliki masalah kesehatan atau faktor risiko lain yang bisa mengganggu kualitas hidup dan mempersingkat hidup mereka.

Penelitian yang dipresentasikan pada ENDO 2018: The Endocrine Society’s 100th Annual Meeting and Expo tersebut mempelajari 5.178 pria dari pasangan tidak subur.

Semua pria dalam penelitian ini memiliki analisis sperma sebagai bagian dari evaluasi kesehatan menyeluruh, yang termasuk pengukuran hormon reproduksi dan parameter metabolik mereka.

Para peneliti menemukan bahwa sekitar setengah pria memiliki jumlah sperma rendah dan 1,2 kali lebih mungkin untuk memiliki lemak tubuh yang lebih besar,  tekanan darah tinggi, kolesterol jahat (LDL), dan kemampuan menurunkan kolesterol baik (HDL) lebih kecil dibandingkan mereka dengan jumlah sperma normal.

Mereka juga memiliki frekuensi sindrom metabolik yang lebih tinggi, beberapa faktor risiko metabolik dan lainnya yang meningkatkan kemungkinan terkena diabetes, penyakit jantung, dan stroke.

Ukuran resistensi insulin, masalah lain yang dapat menyebabkan diabetes, juga lebih tinggi pada pria dengan jumlah sperma rendah.

Para peneliti juga menemukan bahwa pria dengan jumlah sperma rendah mengalami peningkatan 12 kali lipat untuk risiko hipogonadisme, atau kadar testosteron rendah.

Selain itu, setengah dari pria dengan testosteron rendah memiliki osteoporosis atau massa tulang rendah.

Temuan menunjukkan bahwa jumlah sperma yang rendah berkaitan dengan ukuran kesehatan kardiometabolik yang lebih buruk, terutama hipogonadisme.

Lihat video:




(DEV)