Studi: Pola Tidur yang Abnormal Picu Kegemukan

Torie Natalova    •    Senin, 20 Nov 2017 13:55 WIB
Studi: Pola Tidur yang Abnormal Picu Kegemukan
Studi tersebut menemukan tidak ada hubungan yang jelas antara durasi tidur dan berat badan pada mereka dengan risiko genetik obesitas yang rendah. (Foto: Sarah Diniz Outeiro/Unsplash.com)

Jakarta: Perlu diketahui bahwa tak hanya makanan yang dapat menaikkan berat badan Anda, tetapi juga jumlah atau waktu tidur Anda.

Sebuah studi baru dari University of Glasgow, penelitian menemukan bahwa pola tidur yang tak normal yakni tidur terlalu sering atau terlalu sedikit dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan atau obesitas. Kondisi ini dapat terjadi pada Anda yang secara genetik rentan terhadap obesitas.

Peneliti melihat efek kurang tidur dari tujuh jam semalam dan tidur yang lebih dari sembilan jam, dan mendapati hasil kedua hal ini dapat meningkatkan risiko membawa kenaikan berat badan.

(Baca juga: Manfaat Tidur dengan Posisi Miring ke Kiri)


(Perlu diketahui bahwa tak hanya makanan yang dapat menaikkan berat badan Anda, tetapi juga jumlah atau waktu tidur Anda. Foto: Amy Treasure/Unsplash.com)

Penting untuk ditunjukkan bahwa penelitian ini hanya relevan untuk orang-orang yang memiliki risiko obesitas lebih tinggi dalam keluarga mereka.

Studi tersebut menemukan tidak ada hubungan yang jelas antara durasi tidur dan berat badan pada mereka dengan risiko genetik obesitas yang rendah.

Menurut peneliti, data menunjukkan bahwa orang dengan risiko genetik tinggi untuk obesitas, tidur yang terlalu singkat atau terlalu lama, tidur di siang hari dan kerja paruh waktu, memiliki pengaruh buruk yang cukup besar pada berat badan.

Terlepas dari risiko kegemukan, usahakan untuk mendapatkan waktu tidur yang ideal yakni 7-8 jam setiap malam. Waktu tidur yang tidak normal dapat menimbulkan masalah pada kesehatan baik fisik maupun mental.









(TIN)