Merokok dan Konsumsi Alkohol Membuat Penampilan Menua

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 18 Nov 2017 18:13 WIB
studi kesehatan
Merokok dan Konsumsi Alkohol Membuat Penampilan Menua
Merokok dan Konsumsi Alkohol Membuat Penampilan Menua (Foto: shutterstock)

Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa konsumsi alkohol dan merokok dapat membuat seseorang terlihat semakin tua.

Studi yang dipublikasi dalam Journal of Epidemiology & Community Health tersebut menemukan bahwa peminum berat dan perokok berhubungan dengan pertanda langsung dari penuaan fisik, bahkan kadar sedang pun turut berpengaruh.

Penemuan tersebut berdasarkan informasi dari Copenhagen City Heart Study yang melibatkan 11.500 orang dewasa di Denmark yang kesehatan jantung dan pertanda penuaannya dilacak selama 11,5 tahun.

Sebelum kunjungan klinik, peneliti Janne Tolstrup dari University of Southern Denmark dan tim memberikan kuis pada partisipan tentang gaya hidup dan kesehatan secara umum, termasuk seberapa sering mereka minum alkohol dan merokok.

Mereka juga melihat empat pertanda penuaan yang berhubungan dengan peningkatan risiko kardiovaskular atau kematian, yaitu lipatan daun telinga; cincin atau busa berwarna buram keabu-abuan di sekitar kornea perifer kedua mata (arcus corneae); plak kuning-oranye di kelopak mata (xanthelasmata); dan pola kebotakan pada pria (garis rambut surut atau botak di bagian atas kepala).

Rata-rata partisipan berusia 51 tahun, dimana wanita berusia 21-86 tahun dan pria berusia 21-93 tahun.

Hasilnya, wanita yang mengonsumsi alkohol lebih dari 28 gelas per minggu terlihat 33 persen berisiko mengalami arcus corneae lebih cepat dan hasil serupa terlihat pada pria yang meneguk lebih dari 35 gelas alkohol.

Selain itu, merokok satu pak atau 20 batang rokok setiap hari selama antara 15 dan 30 tahun dapat meningkatkan risiko penuaan pada wanita sebesar 41 persen dan 12 persen pada pria.

"Hal ini menunjukkan bahwa peminum berat dan merokok meningkatkan penuaan tubuh secara umum," pungkas para peneliti.

Sementara, kebotakan tidak konsisten berkaitan dengan minum alkohol atau merokok karena gen dan tingkat hormon berpengaruh.

 


(ELG)