Studi: Kesepian Meningkatkan Risiko Kematian Dini

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 20 Oct 2017 17:44 WIB
studi kesehatan
Studi: Kesepian Meningkatkan Risiko Kematian Dini
Studi: Kesepian Meningkatkan Risiko Kematian Dini (Foto: gettyimages)

Metrotvnews.com, Jakarta: Generasi Baby Boomer kini telah memasuki usia senja dan biasanya tak sedikit yang merasa kesepian di usia tersebut. Di satu sisi, sebuah studi menyebutkan bahwa kesepian dapat membunuh seseorang.

Dua meta-analisis yang melibatkan 4 juta orang menemukan bahwa isolasi sosial, kesepian, dan tinggal sendirian berhubungan dengan kematian dini. Sementara, ikatan sosial yang kuat dapat mengurangi risiko kematian dini hingga 50 persen.

American Psychological Association (APA) mengestimasi terdapat sekitar 42,6 juta orang di Amerika Serikat berusia di atas 45 tahun yang menderita kesepian kronis.

Indikasi isolasi juga terdapat pada mereka yang tidak tinggal lagi bersama keluarga yang artinya kesepian tak hanya menyerang mereka yang sudah tua.

"Terkoneksi dengan orang lain adalah kebutuhan manusia yang fundamental dan krusia; untuk kesejahteraan dan bertahan," ujar  Dr. Julianne Holt-Lunstad, profesor psikologi dari Brigham Young University.

Ia menambahkan, ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa isolasi sosial dan kesepian meningkatkan risiko kematian dini secara signifikan, melebihi merokok dan sindrom metabolik.

Oleh karena itu, Holt-Lunstad menyarankan para lansia untuk mempersiapkan diri untuk pensiun secara sosial dengan cara yang sama seperti yang mereka lakukan secara finansial sehingga tidak kehilangan semua teman saat berhenti bekerja.

Bercengkerama dengan mereka yang seusia di akhir pekan adalah salah satu cara untuk menjaga dan mempererat hubungan sosial serta membuat lansia lupa bahwa dirinya tinggal sendiri karena terus berkomunikasi.

Ia menambahkan, tenaga profesional seperti dokter juga sebaiknya melakukan skrining terkait hubungan sosial, sama seperti untuk tubuh pada pasien mereka yang berusia lansia.


 


(ELG)