Tidur Kurang dari 8 Jam Berpotensi Depresi?

Anggi Tondi Martaon    •    Jumat, 05 Jan 2018 11:47 WIB
kesehatantidur
Tidur Kurang dari 8 Jam Berpotensi Depresi?
(Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Binghamton University, salah satu efek buruk kurang tidur dari delapan jam semalam adalah depresi. Foto: Lacie Slezak/Unsplash.com)

Jakarta: Banyak efek buruk yang dirasakan oleh orang yang kurang tidur. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Binghamton University, salah satu efek buruk kurang tidur dari delapan jam semalam adalah depresi.

Profesor Psikologi Universitas Binghamton Meredith Coles menjelaskan, dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa gangguan tidur biasa dikaitkan dengan kesulitan mengalihkan perhatian seseorang dari informasi negatif. Menurutnya, kurang tidur membuat sesuatu hal yang negatif terekam pada pikiran seseorang dan pada akhirnya mengganggu kehidupan.

"Kami menemukan bahwa orang-orang dalam penelitian ini memiliki beberapa kecenderungan untuk memiliki pikiran terjebak di kepala mereka, dan pemikiran negatif mereka yang meningkat membuat mereka sulit melepaskan diri dari rangsangan negatif yang kita hadapi," kata Coles. 

"Sementara orang lain mungkin bisa menerima informasi negatif dan terus maju, para peserta mengalami kesulitan untuk mengabaikannya," lanjut dia.

Pikiran negatif ini diyakini membuat orang rentan terhadap berbagai jenis gangguan psikologis, seperti kecemasan atau depresi.


(Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Binghamton University, salah satu efek buruk kurang tidur dari delapan jam semalam adalah depresi. Foto: Javier Peñas/Unsplash.com)

(Baca juga: Mengapa Tidur Meningkatkan (Beberapa) Memori?)

"Kami menyadari dari waktu ke waktu bahwa ini mungkin penting - pemikiran negatif berulang ini relevan dengan beberapa gangguan yang berbeda seperti kecemasan, depresi, dan banyak hal lainnya," kata Coles.

Para peneliti mengeksplorasi lebih lanjut penemuan ini, mengevaluasi bagaimana waktu dan lama tidur juga dapat berkontribusi pada pengembangan atau pemeliharaan gangguan psikologis. 

Jika teori mereka benar, penelitian mereka berpotensi memungkinkan psikolog untuk mengatasi kecemasan dan depresi dengan mengubah siklus tidur pasien menjadi waktu yang lebih sehat.

Hasil penelitian yang ditulis dalam bentuk makalah berjudul "Shorter sleep duration and longer sleep onset latency are related to difficulty disengaging attention from negative emotional images in individuals with elevated transdiagnostic repetitive negative thinking" tersebut diterbitkan di ScienceDirect.











(TIN)