Sakit Kepala tak Selalu Berhubungan dengan Stroke

   •    Selasa, 09 Jan 2018 13:33 WIB
tips kesehatan
Sakit Kepala tak Selalu Berhubungan dengan Stroke
Ilustrasi. (Shutterstock)

Jakarta: Ada banyak penyebab seseorang menderita sakit kepala, dari yang paling ringan karena otot-otot yang tegang hingga yang lebih serius seperti vertigo atau migrain.

Bicara sakit kepala apalagi yang kasusnya kronis sering kali dihubungkan dengan kemungkinan penyakit stroke. Namun Dokter Spesialis Saraf Yusak Mangara Tua Siahaan memastikan bahwa sakit kepala tidak berhubungan langsung dengan stroke.

"Sakit kepala tidak menyebabkan stroke. Kecuali sakit kepala hebat, tensi naik kemudian pecah pembuluh dara baru menyebabkan stroke. Tapi secara korelasi, tidak berhubungan," ungkapnya, dalam Metro I-Care, Minggu 7 Januari 2018.

Yusak mengatakan mayoritas keluhan sakit kepala disebabkan karena ketegangan otot-otot. Penyembuhannya pertama kali harus dicari apa yang menyebabkan otot-otot kaku.

Misalnya terlalu lama berhadapan dengan komputer di mana posisi kepala tak sejajar dengan layar atau kerap berjalan dengan menunduk bisa jadi menyebabkan otot kaku. Atau bisa juga karena faktor makanan.

"Pada kasus migrain contohnya. Karena migrain berhubungan dengan alergi maka ada makanan tertentu yang harus dihindari misalnya keju, coklat, atau makanan mengandung banyak vetsin. Kalau alergi terlalu banyak makan itu akan sakit kepala," jelasnya.




(MEL)