Tambahan Gula Saat Diet Bisa Picu Risiko Serangan Jantung?

Torie Natalova    •    Senin, 07 Nov 2016 14:04 WIB
studi kesehatan
Tambahan Gula Saat Diet Bisa Picu Risiko Serangan Jantung?
Mengonsumsi 15 persen asupan energi dari sukrosa, risiko terkena serangan jantung meningkat. (Foto: Boldsky)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah penelitian baru memperingatkan bahwa asupan makanan dan minuman dengan tambahan gula dapat meningkatkan risiko serangan jantung sekitar 1/3 pada beberapa orang. Ini masih mungkin terjadi meski Anda mengonsumsi terlalu banyak gula alami yang ada dalam buah dan sayuran.

Bagi Anda yang sedang menjalani diet, mengonsumsi buah-buahan dan sayuran berlebih dapat membuat perut kenyang. Selain minuman manis, kue dan permen, sukrosa juga ditambahkan pada makanan lainnya seperti produk susu, roti, dan selai.

(Baca juga: Waspada Penyakit Jantung!)

Memang, bagi sebagian orang, mengonsumsi gula tambahan tidak menimbulkan masalah seperti peningkatan risiko myocardial infarction atau serangan jantung dan penyakit jantung lainnya.

"Tapi, di antara lima persen dari mereka yang setidaknya mengonsumsi 15 persen asupan energi dari sukrosa, risiko terkena serangan jantung meningkat," kata Associate Professor Emily Sonestedt dari Lund University Swedia.

Hasil tersebut disesuaikan dengan faktor tradisional yang dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular, termasuk gaya hidup, serta kebiasaan merokok, alkohol, dan olahraga. 

Saat ini memang sangat sedikit indikasi bahwa prevalensi serangan jantung atau penyakit jantung lainnya akan berkurang dengan membatasi asupan gula. Namun, ini sangat disarankan untuk mereka yang terlalu berlebihan konsumsi makanan manis dan minuman.

Dalam studi tersebut, tim menganalisis lebih dari 26 ribu peserta tanpa diabetes atau penyakit kardiovaskular. Konsumsi makanan,  juga sedang dianalisis dan disesuaikan untuk yang berkaitan dengan risiko kardiovaskular seperti daging, biji-bijian, buah, sayuran, dan kopi.







(TIN)