Waspada Diabetes Mellitus, Prodia Gelar Seminar Dokter

   •    Senin, 20 Mar 2017 17:49 WIB
diabetes
Waspada Diabetes Mellitus, Prodia Gelar Seminar Dokter
(Foto: Prodia)

Metrotvnews.com, Jakarta: Jumlah penderita diabetes mellitus (DM) di Indonesia kian meningkat tiap tahunnya. Merebaknya diabetes mellitus di kalangan masyarakat Indonesia sangat erat kaitannya dengan gaya hidup dan pola makan yang tidak seimbang.

Data terbaru  International Diabetes Federation 2016 menunjukkan bahwa diabetes merupakan masalah kesehatan yang harus menjadi perhatian dunia, dimana ilustrasikan 1 dari 11 orang dewasa menderita diabetes, 12 persen dari dana kesehatan secara global teralokasikan untuk diabetes, dan salah satu dari 7 kelahiran terkena diabetes gestasional.

Sebelumnya, Perkumpulan Endokrinologi (PERKENI) pada 2015 menyatakan bahwa jumlah penderita diabetes di Indonesia telah mencapai 9,1 juta orang. Indonesia naik dari peringkat ke-7 menjadi peringkat ke-5 untuk jumlah penderita diabetes.

Organisasi Kesehatan Dunia WHO memperkirakan jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia terus melonjak dari semula 8,4 juta penderita pada 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada 2030.

Berdasarkan permasalahan tersebut, Laboratoium Klinik Prodia berupaya mengkampanyekan wellness testing untuk mencegah perkembangan penyakit diabetes mellitus di Indonesia melalui seminar dokter di 16 kota besar. Hari ini seminar dokter diadakan di Auditorium lantai 10 Prodia Tower, Jakarta dan mengambil tema “Good Doctor For the Great Family - Seminar on DM Wellness Testing”. Jakarta merupakan kota pertama yang menyelenggarakan semnas dokter ini kemudian dilanjutkan kota-kota besar lainnya.

Sebagai pembicara dalam seminar tersebut, yaitu dr. Silvana Sartika Wangsa Wijaya MKK sebagai moderator, dr. K. Herry Nursetyanto,Sp.PD-KEMD sebagai moderator dalam studi kasus, lalu Prof. Sidartawan Soegondo, SpPD-KEMD yang berbicara mengenai faktor risiko, penyulit diabetes mellitus dan penatalaksanaan diabetes mellitus, dan Dr. Indriyanti Rafi Sukmawati, M.Si yang memaparkan mengenai peran biomarker dalam program wellness diabetes testing: wellness prediabetes dan wellness obesitas.

Menurut Prof. Sidartawan, diabetes mellitus merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif yang mengakibatkan terjadinya peningkatan konsentrasi glukosa di dalam darah. Insulin adalah hormon yang mengatur keseimbangan kadar gula darah.

Lebih lanjut Prof. Sidartawan mengatakan bahwa penatalaksanaan diabetes mellitus mempunyai tujuan akhir untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas diabetes mellitus yang secara spesifik ditujukan untuk mencapat 2 target utama, yaitu menjaga agar kadar glukosa plasma berada dalam kisaran normal dan mencegah atau meminimalkan kemungkinan terjadinya komplikasi diabetes.

“Mengelola penyakit diabetes mellitus sebenarnya mudah asal penderita bisa mendisiplinkan diri dan melakukan olahraga secara teratur, menuruti saran dokter, dan tidak mudah patah semangat,” ujarnya.

Sedangkan Dr. Indriyanti menegaskan bahwa diabetes mellitus dapat dicegah apabila para dokter mampu memberi edukasi kepada para pasiennya tentang hal-hal apa yang harus dilakukan untuk meminimalisir terjadinya diabetes mellitus pada diri pasiennya.

“Edukasi ini dilakukan saat kita sudah mendeteksi pasien dalam tahap prediabetes, sehingga pasien dapat terhindar dari penyakit yang lebih parah dan tentunya biaya pengobatan pun dapat semakin dipangkas,” sambungnya.

Dalam paparannya, Dr. Indriyanti juga menjelaskan mengenai pemahaman pemeriksaan tentang diabetes mellitus adalah berdasarkan apa yang diukur dalam suatu tes, kemampuannya dan faktor lain yang mempengaruhinya. Adanya perkembangan yang sangat pesat dalam teknologi pemeriksaan laboratorium, seperti peningkatan sensitivitas dan spesifisitas metodologi pemeriksaan, menjadikan pemeriksaan laboratorium sangat penting untuk diagnosis, terapi dan pemantauan penyakit diabetes melitus.

“Laboratorium Klinik Prodia juga telah menyediakan panel wellness testing sebagai pemeriksaan lanjutan untuk mereka yang berisiko mengalami gangguan penyakit diabetes mellitus. Melalui Panel Wellness Testing ini, gangguan diabetes mellitus dapat diatasi sedini mungkin dan progresivitas perkembangan penyakit dapat dicegah,” ujarnya.

Melalui seminar ini diharapkan para dokter memahami informasi tentang wellness testing guna mengidentifikasi risiko pada tahap dini perkembangan penyakit, memberikan informasi kepada para klinisi tentang penatalaksanaan prediabetes dan diabetes mellitus yang tepat berdasarkan diagnosis yang akurat, mendukung penegakan diagnosis dan tata laksana yang lebih dini agar pencegahan dan penanganan prediabetes dan diabetes mellitus dapat dilakukan lebih baik, serta menjadikan seminar ini sebagai ajang diskusi dan berbagi pengalaman menangani kasus prediabetes dan diabetes mellitus dengan rekan sejawat. (ADV)


(DEV)