Terlalu Banyak Konsumsi Suplemen, Balita Derita Hiperkalsemia

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 14 Oct 2016 13:50 WIB
kesehatan anak
Terlalu Banyak Konsumsi Suplemen, Balita Derita Hiperkalsemia
Sekarang telah diketahui bahwa banyak supleman mengandung tumbuh-tumbuhan aktif yang mengandung obat farmasi sehingga memiliki efek klinis yang serius. (Foto: Huffpost)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi yang dipublikasikan dalam BMJ membeberkan kasus tentang seorang anak laki-laki berumur 4 tahun yang menjadi sakit karena mengkonsumai obat-obatan alternatif dari naturopati.

Naturopati adalah sebuah sistem kesehatan secara menyeluruh yang berfokus pada pencegahan kesehatan daripada pengobatan penyakit. Pengobatan alternatif ini mendorong tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri melalui penggunaan diet, herbal, pijat, manipulasi sendi, dan perubahan gaya hidup.

Orangtua bocah tersebut membawanya ke Rumah Sakit Newham di London karena mengalami beberapa gejala seperti muntah, sembelit, haus berlebih, dan kehilangan berat badan drastis (3 kg dalam 2 pekan). Ketika dokter memeriksanya, ternyata anak tersebut menderita hiperkalsemia akut, yang artinya terlalu banyak kalsium dalam darah.

Hiperkalsemia dapat disebabkan oleh apa saja seperti dehidrasi, kanker, hingga kelebihan vitamin D (yang menstimulasi sistem pencernaan untuk menyerap lebih banyak kalsium).

Sebuah tes pada bocah tersebut menunjukkan bahwa tingkat vitamin D dalam tubuhnya telah menjadi racun.

Setelah beberapa hari, sang ibu pun mengaku bahwa anaknya mengkonsumsi 12 suplemen selama berbulan-bulan untuk membantu mengatasi autisme yang dialami anak laki-laki tersebut. 

Seorang ahli naturopati merekomendasikan berbagai obat-obatan alternatif seperti vitamin D (2.000 IU), minyak ikan (yang mengandung 1.000 IU vitamin D), sitrat magnesium kalsium (80 mg kalsium), susu unta (600 mg kalsium), zat besi, garam Epsom, klorida sodium, dan sebagainya.

"Suplemen yang diminumnya menjelaskan mengapa ia terkena hiperkalsemia," tulis dokter.

Tambahan jumlah dari Rekomendasi Pola Makan yang diperbolehkan untuk mengkonsumsi vitamin D bagi seseorang yang berusia 1-70 tahun adalah 600 IU.

Dokter pun memberikan cairan dan obat-obatan yang dapat mengatur tingkat kalsium dan anak tersebut dapat keluar dari rumah sakit 2 pekan kemudian.

"Orangtua anak tersebut sangat sedih ketika tahu bahwa apa yang mereka pikir baik justru membuat anak mereka sakit," lanjutnya.

(Baca juga: Suplemen Magnesium Mampu TurunkanTekanan Darah)

Para peneliti menekankan bahwa banyak keluarga berpikir bahwa obat-obatan alternatif lebih aman untuk anak. Namun perlu diperhatikan bahwa akan ada efek signifikan yang akan terjadi.

Studi terhadap suplemen
Suplemen memang cukup terkenal, termasuk di kalangan dewasa. Sebuah studi yang diterbitkan JAMA menemukan, bahwa 52 persen orang dewasa di Amerika Serikat mengkonsumsi suplemen selama tahun 2011 dan 2012, dan penggunaan suplemen sudah stabil sejak tahun 1999.

Para peneliti juga mengungkapkan bahwa sejak 1999-2012, jumlah orang yang mengkonsumsi vitamin D (selain berasal dari multivitamin) telah meningkat dari 5,1 persen menjadi 19 persen dan persentase konsumsi minyak ikan juga telah meningkat dari 1,3 persen menjadi 13 persen.

Kasus anak laki-laki ini merupakan pengingat keras bagi mereka yang mengkonsumsi suplemen.

"Sekarang telah diketahui bahwa banyak supleman mengandung tumbuh-tumbuhan aktif yang mengandung obat farmasi sehingga memiliki efek klinis yang serius," demikian ditulis peneliti dalam editorial JAMA.







(TIN)