FDA Larang Peredaran Sejumlah Produk Sabun Cuci Tangan Antibakteri

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 03 Sep 2016 16:06 WIB
kesehatan
FDA Larang Peredaran Sejumlah Produk Sabun Cuci Tangan Antibakteri
FDA Larang Peredaran Sejumlah Produk Sabun Cuci Tangan Antibakteri (Foto: shutterstock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) Amerika Serikat melarang beberapa produk sabun mandi dan sabun cuci tangan antibakteri karena tidak lebih efektif dari sabun biasa dan air, serta dapat membahayakan dalam jangka waktu panjang.

Namun, hal itu tak berlaku pada hand sanitizer yang mengandung alkohol dan produk antibakteri yang digunakan di rumah sakit atau klinik.

Dr. Theresa Michele, direktur divisi produk obat bukan resep dari FDA melaporkan bahwa badan tersebut melarang produk-produk yang mengandung salah satu dari 19 bahan yang tak terbukti aman. Langkah tersebut memengaruhi 2.100 produk atau sekitar 40 persen yang berada di pasaran.

Beberapa produsen seperti Johnson & Johnson, Procter & Gamble Co dan Colgate-Palmolive Co mengungkapkan bahwa mereka telah mereformulasi produk dengan menyingkirkan bahan yng dilarang, seperti triklosan dan trilokarban.

"Tidak ada produk kami yang terpengaruh di AS. Hanya sedikit sabun dari perusahaan kami di Puerto Rico yang sedang direformulasi karena adanya aturan tersebut," ujar Thomas DiPiazza, juru bicara Colgate-Palmolive.

Tressi Rose, juru bicara Procter & Gamble, mengatakan bahwa akan mengganti beberapa produk tersisa dengan yang sesuai dengan aturan FDA sebelum batas akhir pada tahun ini.

American Cleaning Institute, yang merepresentasikan perusahan produk kebersihan seperti Dial Corp, Henkel di Jerman, Ecolab Inc, dan Steris Corp; menegaskan bahwa produk-produk tersebut efektif.

"Mencuci tangan dengan sabun antiseptik dapat membantu mengurangi risiko infeksi selain mencuci dengan sabun antibakteri dan air," kata juru bicara ACI Brian Sansoni.

FDA mengusulkan pelarangan bahan pada 2013 kecuali perusahaan bisa membuktikan secara ilmiah bahwa mereka aman dan efektif. Namun, badan tersebut tidak puas dengan data.

FDA menangguhkan keputusannya selama setahun pada tiga bahan tambahan yang digunakan dalam produk cuci konsumen yaitu benzalkonium klorida, benzethonium klorida dan chloroxylenol (PCMX) untuk pengembangan dan penyampaian data keamanan dan efektivitas baru untuk bahan tersebut.

FDA merasa konsumen mencuci dengan sabun antibakteri yang mengandung bahan-bahan tersebut secara bebas. Sansoni mengungkapkan bahwa produsen sedang melakukan penelitian untuk mengisi kesenjangan data yang diidentifikasi oleh FDA.

 


(ELG)