Tak Hanya Tubuh, Olahraga Juga Baik untuk Otak

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 01 Jun 2018 15:08 WIB
kesehatan
Tak Hanya Tubuh, Olahraga Juga Baik untuk Otak
Sebuah studi juga menemukan bahwa aktivitas fisik tersebut juga baik untuk otak. (Foto: David Marcu/Unsplash.com)

Jakarta: Untuk menjaga kesehatan tubuh, olahraga adalah salah satu pola hidup yang harus rutin dilakukan. Bahkan, sebuah studi juga menemukan bahwa aktivitas fisik tersebut juga baik untuk otak. 

Sebuah studi dari University of Miami Miller School of Medicine mencari tahu hal tersebut dengan cara memindai sekitar 100 studi yang menghubungkan antara olahraga dengan lebih dari 122 tes fungsi otak yang berbeda. 

Data yang melibatkan 11 ribu orang lansia tersebut menemukan bahwa olahraga sekitar 52 jam dalam enam bulan dapat memberikan peningkatan dalam hal berpikir dan kecepatan. 

Rata-rata, orang berolahraga sekitar satu jam, tiga kali seminggu. Efek tersebut terlihat pada mereka yang tak mengalami penurunan kognitif, kerusakan kognitif ringan, atau demensia. 

"Saya pikir, 52 jam bukanlah patokan pasti," tukas pemimpin penelitian Joyce Gomes-Osman. 

"Benar-benar ada kisaran. Tetapi saya berpikir bahwa hasil ini menunjukkan kepada kita bahwa untuk mendapatkan manfaat latihan yang diketahui bagi otak, yang membantu area yang terlibat dalam pemikiran dan pemecahan masalah, Anda membutuhkan paparan yang lebih lama untuk berolahraga. Itu semua adalah proses mekanistik yang membutuhkan waktu untuk berkembang."

Para partisipan menunjukkan peningkatan yang paling kuat dalam kemampuan memecahkan masalah dan memproses informasi.

Efeknya tidak begitu kuat dalam tes memori, tetapi Gomes-Osman mencatat bahwa fungsi otak yang paling kompleks, dari penalaran dan kecepatan pemrosesan untuk mengingat, saling berhubungan. 


(Data yang melibatkan 11 ribu orang lansia tersebut menemukan bahwa olahraga sekitar 52 jam dalam enam bulan dapat memberikan peningkatan dalam hal berpikir dan kecepatan. Foto: Jennifer Birdie Shawker/Unsplash.com)

(Baca juga: 3 Langkah Tingkatkan Lagi Motivasi Olahraga Anda)

"Ada tumpang tindih antara kemampuan mengatur waktu, memperhatikan, dan melakukan tugas-tugas memori," katanya. 

Penelitian tersebut menguji coba beberapa olahraga seperti aerobik, latihan beban dan aktivitas pikiran-tubuh seperti tai chi.

Dia berharap ada penelitian lebih lanjut tentang jenis olahraga apa yang paling bermanfaat bagi otak, serta bagaimana gerakan itu harus didistribusikan dalam hitungan menit, jam dan hari. 

Informasi tersebut diharapkan dapat membantu orang menjadi lebih proaktif tentang menghindari kemunduran kognitif, dan bahkan dapat membantu mencegah beberapa masalah otak yang terkait dengan penyakit degeneratif yang lebih parah seperti demensia dan Alzheimer.

"Olahraga adalah hal yang sangat hebat bagi otak. Kita perlu belajar lebih banyak, karena kita tidak memiliki yang lebih baik saat ini untuk memerangi penurunan kognitif."

Yang mengejutkan adalah bahwa satu-satunya korelasi yang kuat antara latihan dan fungsi otak terjadi ketika mereka melihat keseluruhan waktu yang dihabiskan orang untuk aktif secara fisik.

Mereka tidak menemukan hubungan antara perbaikan dalam berpikir dan frekuensi, intensitas atau lamanya waktu yang dilakukan orang. 

"Saya pikir bahwa durasi olahraga mingguan yang dihabiskan untuk berolahraga adalah sesuatu yang sangat membantu. Tapi saya terkejut melihat bahwa itu tidak."




(TIN)