Sindroma Down Bisa Dideteksi Sejak dalam Kandungan

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 28 Mar 2018 17:44 WIB
kesehatan anakdown syndrome
Sindroma Down Bisa Dideteksi Sejak dalam Kandungan
Berkat kecanggihan teknologi, kelainan Sindroma Down (DS) sudah dapat dideteksi sejak dalam janin. (Foto: Heidy Sequera/Unsplash.com)

Jakarta: Berkat kecanggihan teknologi, kelainan Sindroma Down (DS) sudah dapat dideteksi sejak dalam janin. 

"Sekarang sudah bisa diketahui sejak dalam kandungan dengan USG 4D," ujar ahli rehabilitasi medik dr. Luh K. Wahyuni, SpRM(K) dalam acara peringatan Hari Sindroma Down Sedunia 2018, Rabu 28 Maret 2018. 

Selain itu, pemeriksaan melalui air ketuban, atau cairan amnion, juga bisa dilakukan. Cairan amnion adalah cairan yang terdapat dalam ruangan yang diliputi selaput janin. 

Namun, ia tidak menyarankan hal tersebut karena dapat memicu infeksi saat pengambilan cairan tersebut. 


(Berkat kecanggihan teknologi, kelainan Sindroma Down (DS) sudah dapat dideteksi sejak dalam janin. Foto: Wes Hicks/Unsplash.com)

(Baca juga: Apakah Anak Sindroma Down Selalu Hiperaktif?)

Lalu, apa yang perlu dilakukan orang tua bila anak terdiagnosa SD? "Mental harus disiapkan. Selain itu, orang tua juga harus belajar, cari tahu soal SD," pungkas dr. Luh.

Ia menjelaskan, definisi dari sindrom adalah kumpulan dari beberapa ciri-ciri klinis. Pada kelainan SD, secara fisik cenderung khas seperti mata yang juling atau pergerakan mata yang cepat, bentuk wajah dan telinga khas, garis tangan tak banyak, jari-jari yang kecil, dan hipotoni (otot lemas atau letoi).

"Beberapa gangguan lain juga muncul seperti gangguan penglihatan, penyakit jantung, gangguan di hormon tiroid, hingga masalah pencernaan seperti reflux atau diare," jelasnya.








(TIN)