Cara Mengurangi Asupan Garam dalam Makanan

Torie Natalova    •    Jumat, 11 May 2018 05:57 WIB
kesehatan
Cara Mengurangi Asupan Garam dalam Makanan
Mengurangi garam dalam masakan bisa dengan cara memperbanyak rempah-rempah segar, bumbu, air jeruk atau aromatik seperti jahe dan bawang putih. (Foto: Igor Mikse/Unsplash.com)

Jakarta: Sudah bukan rahasia lagi bahwa makan terlalu banyak natrium atau garam dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Berbagai penelitian telah menunjukkan berulang kali bahwa makanan tinggi garam dapat meningkatkan risiko berbagai macam penyakit seperti tekanan darah tinggi, jantung, dan stroke.

Namun, jumlah takaran berapa banyak garam yang harus dikonsumsi tergantung pada masing-masing orang. Orang dewasa yang sehat harus mendapatkan setidaknya 2300 mg sodium per hari. 

Batas 2300 mg garam itu tidak cocok untuk semua orang. Jika Anda menderita atau berisiko terhadap penyakit hipertensi dan jantung, Anda harus memangkas jumlah asupan natrium lebih rendah lagi.

(Baca juga: Mengonsumsi Pizza Beku Picu Hipertensi)


(Berbagai penelitian telah menunjukkan berulang kali bahwa makanan tinggi garam dapat meningkatkan risiko berbagai macam penyakit seperti tekanan darah tinggi, jantung, dan stroke. Foto: Ali Inay/Unsplash.com)

Seperti dilansir dari tulisan "How to Start a Low-Sodium Diet", penderita penyakit jantung atau ginjal yang mengonsumsi banyak garam dapat menyebabkan retensi cairan yang dapat memperparah kondisi jantung dan ginjal.

Disebutkan dalam laman yang sama diketahui bahwa makanan olahan tidak harus terasa asin karena mengandung natrium yang tinggi. Sodium sendiri sering digunakan sebagai pengawet dan juga membantu menyeimbangkan rasa. Selalu periksa label nutrisi di bagian belakang kemasan agar terhindar dari mengonsumsi jumlah natrium yang tinggi.

Mengurangi garam dalam masakan bisa dengan cara memperbanyak rempah-rempah segar, bumbu, air jeruk atau aromatik seperti jahe dan bawang putih.





(TIN)