Durasi Olahraga Pengaruhi Risiko Penyakit Kronis pada Lansia

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 26 Jul 2018 08:00 WIB
studi kesehatan
Durasi Olahraga Pengaruhi Risiko Penyakit Kronis pada Lansia
(Foto: The Health Site)

Jakarta: Tak hanya membuat lebih bugar, olahraga juga memberikan manfaat jangka panjang. Sebuah penelitian menemukan bahwa lansia yang olahraga di atas rekomendasi memiliki risiko terkena penyakit kronis lebih kecil dibandingkan mereka yang tak berolahraga. 

Temuan tersebut menunjukkan bahwa orang yang terlibat dalam tingkat tertinggi aktivitas fisik total dua kali lebih mungkin untuk menghindari stroke, penyakit jantung, angina, kanker dan diabetes, dan berada dalam bentuk fisik dan mental yang optimal 10 tahun kemudian.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Scientific Reports tersebut menyimpulkan bahwa lansia yang melakukan lebih dari 5.000 menit setara metabolik (MET menit) setiap minggu melihat penurunan terbesar pada risiko penyakit kronis.

Menurut penulis utama Bamini Gopinath, beberapa orang dewasa yang lebih tua mungkin tidak dapat terlibat dalam aktivitas yang kuat atau aktivitas fisik tingkat tinggi karena beberapa alasan. 

"Tetapi kami mendorong orang lansia yang tidak aktif untuk melakukan beberapa aktivitas fisik, dan mereka yang saat ini hanya melakukan latihan sedang untuk memasukkan aktivitas yang lebih kuat di mana mungkin," tambah Gopinath.

Saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan setidaknya 600 MET menit aktivitas fisik setiap minggu. Itu setara dengan 150 menit jalan cepat atau 75 menit berlari.

"Temuan kami menunjukkan bahwa tingkat aktivitas fisik perlu beberapa kali lebih tinggi daripada apa yang saat ini WHO rekomendasikan untuk mengurangi risiko penyakit kronis secara signifikan," kata Gopinath. 

Para peneliti mewawancarai lebih dari 1.500 orang dewasa Australia yang berusia di atas 50 tahun dan mengikuti mereka selama periode 10 tahun.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa tingkat aktivitas fisik yang tinggi meningkatkan kemungkinan bertahan 10 tahun bebas dari penyakit kronis, gangguan mental, dan cacat," kata Gopinath.





(DEV)