Hubungan Bayi Laki-laki dengan Komplikasi Saat Kehamilan

Raka Lestari    •    Kamis, 12 Apr 2018 13:39 WIB
kehamilanperkembangan anak
Hubungan Bayi Laki-laki dengan Komplikasi Saat Kehamilan
Setelah menganalisis lebih dari setengah juta kelahiran di Australia, para peneliti mengatakan jenis kelamin bayi dapat dikaitkan dengan kesehatan ibu dan anak. (Foto: Michal Bar Haim/Unsplash.com)

Jakarta: Penelitian terbaru menunjukkan bahwa wanita yang mengandung bayi laki-laki lebih mungkin memiliki masalah kehamilan yang serius.

Setelah menganalisis lebih dari setengah juta kelahiran di Australia, para peneliti mengatakan jenis kelamin bayi dapat dikaitkan dengan kesehatan ibu dan anak. 

Seperti dilansir dari Webmd.com disebutkan bahwa, "Jenis kelamin bayi memiliki hubungan langsung dengan komplikasi kehamilan," kata penulis utama penelitian Dr Petra Verburg, dari Robinson Research Institute di University of Adelaide di Australia.

"Bayi laki-laki lebih mungkin lahir lebih awal yang membuat bayi lebih banyak mengalami masalah kesehatan," tulis studi lagi. 

Selain itu, wanita yang mengandung bayi laki-laki sedikit lebih mungkin menderita diabetes selama kehamilan (diabetes gestasional), dan pre-eklampsia, kondisi tekanan darah tinggi yang serius ketika akan melahirkan, menurut penelitian tersebut. "Meskipun tidak sepenuhnya jelas mengapa demikian, namun ada kemungkinan faktor genetik," tambah Verburg.

Menurut Dr Querube Santana-Rivas, ahli neonatologi di Nicklaus Children's Hospital di Miami, penelitian tersebut benar adanya. 


(Roberts menyarankan agar para ibu hamil entah itu bayi laki-laki atau perempuan melakukan pola makan yang baik dan berusaha mempertahankan berat badan yang sehat sebelum hamil. Foto: Luma Pimentel/Unsplash.com)

"Jenis kelamin laki-laki memiliki banyak faktor risiko mengalami komplikasi tepat setelah lahir, terutama pada bayi yang lahir prematur," kata Santana-Rivas. 

(Baca juga: Konsumsi Paracetamol Saat Hamil Membahayakan Maskulinitas Anak Laki-laki)

Salah satu penyebabnya kemungkinan adalah karena plasenta, organ yang memberikan asupan nutrisi pada janin yang sedang berkembang berbeda pada anak laki-laki dan perempuan. 

"Plasenta sangat penting dalam keberhasilan kehamilan, dan itu adalah organ yang terdapat pada bayi sehingga secara genetik identik dengan bayi," kata salah satu penulis studi Claire Roberts, peneliti di Robinson Research Institute. 

Namun, penelitian tersebut hanya menunjukkan hubungan antara jenis kelamin dan komplikasi kelahiran, bukan hubungan sebab-akibat. Temuan itu seharusnya tidak membuat ibu-ibu khawatir, tidak peduli apa jenis kelamin anak mereka yang belum lahir, kata Roberts. 

Roberts menyarankan agar para ibu hamil entah itu bayi laki-laki atau perempuan melakukan pola makan yang baik dan berusaha mempertahankan berat badan yang sehat sebelum hamil.






(TIN)