Banyak ODHA Alami Pelanggaran HAM

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 01 Dec 2017 11:30 WIB
pelanggaran ham
Banyak ODHA Alami Pelanggaran HAM
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat menemukan bahwa terdapat pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) pada Orang dengan HIV AIDS (ODHA) dalam pelayanan kesehatan. (Foto: Pixabay)

Jakarta: Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat menemukan bahwa terdapat pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) pada Orang dengan HIV AIDS (ODHA) dalam pelayanan kesehatan.

Temuan yang dilakukan pada Oktober 2016 hingga Oktober 2017 tersebut melihat pada 184 kasus di 14 kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Malang, Manado, Bandung, Jayawijaya, dan kota-kota besar lainnya. 

"Kami menemukan bahwa terjadi pelanggaran sebesar 75 persen di sektor kesehatan dimana terdapat 75 kasus yang tak memiliki dokter atau suster untuk menangani," jelas Ajeng Larasati selaku perwakilan dari LBH Masyarakat dalam peluncuran kampanye #SayaBerani, Kamis 30 November 2017 lalu. 

Selain itu, kebanyakan ODHA juga mendapat penolakan dari pelayanan kesehatan lain, misalnya untuk perawatan gigi. "Alasannya, dokter gigi tersebut takut tertular."


(Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat menemukan bahwa terdapat pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) pada Orang dengan HIV AIDS (ODHA) dalam pelayanan kesehatan. Foto: Pixabay)

(Baca juga: Kesamaan Diabetes dan HIV/AIDS)

Bahkan, tak sedikit yang mengalami perlakuan tak ramah dari tenaga kesehatan, salah satunya mendapat lontaran aeperti menghakimi atau menceramahi. 

Perkara stigma dan diskriminasi juga masih banyak dialami pada ODHA. Hal tersebut terbukti dari adanya penelitian lain yang menemukan bahwa 82 dari 102 kasus HIV AIDS mengalami hal tersebut. 

"Kedepannya, kita harus memastikan hal seperti ini tidak terjadi lagi. Kalau seperti ini terus, maka target 90-90-90 akan sulit tercapai," tutupnya. 

Indonesia sendiri berkomitmen untuk mengakhiri AIDS pada tahun 2030 dengan mencapai target 90-90-90. Artinya, 90 persen orang yang hidup dengan HIV mengetahui status mereka, 90 persen orang dengan HIV dapat mengakses pengobatan (Therapy Antiretroviral), dan 90 persen Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) menjalani pengobatan untuk menekan pertumbuhan virus.









(TIN)