Cara agar Resolusi Tahun Baru Bisa Berjalan Lancar

Raka Lestari    •    Kamis, 04 Jan 2018 14:48 WIB
psikologiresolusi
Cara agar Resolusi Tahun Baru Bisa Berjalan Lancar
Menurut Tim Pychyl, PhD, seorang psikolog di Carleton University, kegagalan kita dalam mempertahankan resolusi tergantung pada otak kita bekerja. (Foto: Pixabay.com)

Jakarta: Dilansir dari Reader's Digest menyebutkan bahwa hanya sekitar 10 persen bahkan kurang dari jumlah tersebut orang-orang bisa benar melakukan apa yang menjadi resolusi tahun baru mereka.

Menurut Tim Pychyl, PhD, seorang psikolog di Carleton University, kegagalan kita dalam mempertahankan resolusi tergantung pada otak kita bekerja. 

"Ada satu alasan yang jelas mengapa sebagian besar resolusi gagal: Mereka fokus pada tujuan atau tugas yang belum dapat dicapai pada tahun sebelumnya. Dan hal tersebut dijadikan sebagai resolusi tahun baru karena mereka selalu gagal dalam melakukan hal tersebut," ujar Pychyl kepada Popular Science. 

Terlebih lagi, sangatlah mudah untuk membuat resolusi. "Pemikiran sederhana seperti niat untuk menurunkan berat badan atau berolahraga lebih banyak hanya memenuhi kepuasan instan kita," kata Pychyl. "Pada saat itu, hanya dengan memikirkan akan menurunkan berat badan saja dapat membuat kita bahagia dan kita tidak benar-benar perlu berolahraga dan benar melakukannya untuk mencapai tujuan tersebut."


(Menurut Tim Pychyl, PhD, seorang psikolog di Carleton University, kegagalan kita dalam mempertahankan resolusi tergantung pada otak kita bekerja. Foto: Pixabay.com)

(Baca juga: Dapatkan Tubuh Langsing dengan Konsumsi 5 Makanan Berkalori Tinggi Ini)

Hal tersebut bukan berarti Anda tidak perlu berjuang untuk mengupayakan peningkatan diri, ada cara untuk membuat perubahan positif dalam hidup Anda. Studi menunjukkan bahwa kuncinya adalah melemahkan hubungan antara amigdala dan korteks prefrontal, yang terdengar menakutkan namun sebenarnya cukup sederhana, dengan menggunakan strategi yang disebut mindfulness.

Mindfullness adalah tindakan memusatkan perhatian kita pada apa yang sedang Anda kerjakan saat ini dan cara ini sudah terbukti telah terbukti sangat efektif dalam mengubah pola pikir dan perilaku dikutip dari Reader's Digest. 
Misalnya, dengan melakukan hal tersebut Anda bisa memikirkan dampak positif dari banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan sehingga semakin Anda memikirkannya, semakin Anda ingin mencoba untuk mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah. 

"Jika Anda belum bersemangat untuk berolahraga di masa lalu, Anda mungkin tidak akan bisa rajin berolahraga di masa depan," kata Dr Pychyl, kecuali jika Anda dapat mengubah pemikiran Anda dalam berolahraga itu sendiri. 










(TIN)