Hindari Pre-eklamsia, Wanita Hamil Disarankan Cek Tekanan Darah

Anindya Legia Putri    •    Kamis, 28 Dec 2017 15:48 WIB
hamil
Hindari Pre-eklamsia, Wanita Hamil Disarankan Cek Tekanan Darah
Ilustrasi. Shutterstock

Jakarta: Satuan kerja US Preventive Services (USPSTF) menyarankan ibu hamil rutin memeriksakan tekanan darah. Hal tersebut guna mendeteksi apakah si ibu menderita pre-eklampsia atau tidak.

Dilansir webmd.com, Kamis, 28 Desember 2017, rekomendasi USPSTF ini telah dipublikasikan secara online di Journal of American Medical Association.

Pre-eklamsia adalah sebuah komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan tanda-tanda kerusakan organ, misal kerusakan ginjal yang ditunjukkan oleh tingginya kadar protein pada urine (proteinuria) dan pembengkakan pada tungkai (edema).

Pre-eklampsia biasa dialami wanita hamil, terutama yang baru pertama kali hamil. Pre-eklampsia biasanya berkembang setelah 20 minggu kehamilan. Ini adalah penyebab utama kelahiran prematur dan berat lahir rendah di Amerika Serikat.

"Pre-eklamsia dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan komplikasi parah bagi ibu dan bayi," kata perwakilan USPSTF Maureen Phipps.

Setelah meninjau bukti yang ada, USPSTF menyimpulkan bahwa pemeriksaan tekanan darah adalah cara yang aman dan efektif untuk membantu mencegah komplikasi serius yang dapat berasal dari pre-eklampsia.

“Karenanya sangat penting wanita pemeriksaan pre-eklampsia setiap kunjungan klinis selama kehamilan mereka,” ujar Phipps.

Wanita hamil dengan kondisi pre-eklampsia juga bisa mengalami stroke atau kejang. Mereka juga bisa mengalami kegagalan organ. Komplikasi kehamilan ini juga bisa berbahaya bagi bayi, menghambat pertumbuhannya di dalam rahim atau mengakibatkan berat lahir rendah, persalinan dini, hingga kematian.

"Jika seorang wanita hamil memiliki tekanan darah tinggi selama kunjungan klinis, dia harus menerima pengujian dan evaluasi lebih lanjut," tandas Wakil Ketua USPSTF David Grossman.


(TRK)