Manfaat Tantrum pada Anak

Dhaifurrakhman Abas    •    Kamis, 15 Nov 2018 07:56 WIB
perkembangan anak
Manfaat Tantrum pada Anak
Ada 3 manfaat tantrum pada Anak. Berikut informasinya. (Foto: Jordan Witt/Unsplash.com)

Jakarta: Perilaku anak pada rentang usia 1-5 tahun bisa sangat menjengkelkan. Mereka rentan mengalami ledakan emosional atau biasa disebut tantrum.

Biasanya tantrum terjadi ketika Anda menolak permintaan mereka. Akibatnya mereka bersikeras agar permintaan tersebut dituruti, mengamuk, menjerit hingga berguling-guling di lantai.

Anda mungkin akan segera menenangkan anak ketika bertingkah seperti itu, apalagi jika dilakukan di tempat umum. Tapi jangan buru-buru. Dinukil Parents.com, ada 3 manfaat tantrum pada Anak.

(Baca juga: Tindakan Tepat Saat Anak Tantrum)


(Biasanya tantrum terjadi ketika Anda menolak permintaan mereka. Akibatnya mereka bersikeras agar permintaan tersebut dituruti, mengamuk, menjerit hingga berguling-guling di lantai. Foto: Arwan Sutanto/Unsplash.com)

1. Melepaskan emosi
Saat mengamuk biasanya anak cenderung melampiaskannya sambil menangis. Hal ini akan berdampak baik karena ada proses pelepasan hormon stres (kortisol) pada tubuh. Proses menangis juga bisa menurunkan tekanan darah. 

2. Belajar menerima penolakan
Anda tidak harus selalu mendukung permintaan anak untuk menghindari tangisannya. Biarkan dia menangis ketika Anda menolak. Itu bisa membentuk pribadi anak mengerti tentang penolakan.
 
3. Kedekatan emosional
Tetaplah konsisten menolak jika itu berarti baik buat anak Anda. Meskipun ia merengek. Biarkan anak Anda melewati badai perasaan tersebut hingga reda. Berikan penjelasan sesudahnya dengan dukungan dan empati terhadap buah hati. 





(TIN)