Penelitian: Konsumsi Marijuana Sebabkan Perubahan Gaya Berjalan

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 25 Aug 2017 15:00 WIB
penelitian
Penelitian: Konsumsi Marijuana Sebabkan Perubahan Gaya Berjalan
penghisap marijuana memiliki pose jalan yang berbeda dengan mereka yang tidak menghisap narkotika tersebut. (Foto: Brandon Day/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah penelitian dari University of South Australia menemukan bahwa penghisap marijuana memiliki pose jalan yang berbeda dengan mereka yang tidak menghisap narkotika tersebut. 

Di beberapa negara, marijuana atau ganja adalah jenis narkotika yang dilegalkan untuk keperluan kesehatan, misalnya dalam hal manajeman nyeri. 



Para peneliti melibatkan 22 partisipan yang tak menggunakan marijuana dan 22 partisipan yang memiliki riwayat menggunakannya. Mereka melakukan beberapa tes skrining, tes keseimbangan dan gaya berjalan, yang beberapa diantaranya adalah sistem penangkapan gerak dan tes neurologis klinis gerakan.

Terdapat perbedaan kecil tentang bagaimana kedua kelompok tersebut berjalan dimana perubahan tersebut dapat berlangsung dalam jangka panjang.

Kelompok marijuana dalam ketegori ringan hingga sedang, menggerakkan lutut lebih cepat saat kaki maju ke depan, namun kurang melakukan gerakan bahu. Sementara, tak ada perbedaan dalam hal kecepatan dan keseimbangan dalam berjalan. 

(Baca juga: Ganja Akibatkan Gangguan Emosi Pemakainya)

Pada kelompok marijuana, kecepatan lutut penggunaka lebih besar tujuh persen saat berayun dibandingkan bukan pengguna. Hal tersebut menimbulkan peningkatan irama berjalan. 

"Perubahan dalam berjalan cukup kecil dimana neurologis tak menyadari adanya perubahan halus tesebut," tukas peneliti Pearson-Dennett. 



Studi yang dipublikasi dalam jurnal Drug and Alcohol Dependence tersebut sayangnya memiliki beberapa pembatasan. Misalnya, masih menggunakan sampel kecil dan tak jelas takaran penggunaan marijuana yang digunakan partisipan. 

Marijuana memiliki banyak efek pada tubuh diantaranya mengganggu koordinasi motorik dan durasi dalam bereaksi. Selain itu, marijuana juga dapat menyebabkann hipotensi ortostatik (demam kepala atau pusing saat berdiri) yang dapat menyebabkan seseorang pingsan. 










(TIN)