Pentingnya Menanyakan Hal Ini pada Penderita Depresi

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 21 Jul 2017 17:13 WIB
psikologi
Pentingnya Menanyakan Hal Ini pada Penderita Depresi
Tak jarang beberapa diantaranya menganggap bahwa depresi dialami karena iman atau keyakinan yang kurang. (Foto: Mike Wilson/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Depresi adalah gangguan jiwa yang tak bisa dianggap sepele. Masalah mental satu ini bahkan dapat berujung pada kematian dengan cara bunuh diri.

Untuk menghindari kemungkinan terburuk tersebut, tenaga profesional umumnya menanyakan pasien depresi apakah mereka memiliki ide untuk bunuh diri. 

"Kita akan menanyakan apakah pasien pernah memiliki ide untuk bunuh diri. Jawaban mereka bisa saja belum pernah atau sudah," tukas psikiater dr. Andri, SpKJ, FAPM saat dihubungi Metrotvnews.com, Jumat 21 Juli 2017. 



Psikiater dari Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera tersebut melanjutkan, niatan bunuh diri tersebut umumnya tak dilakukan karena beberapa alasan seperti ketakutan, masih memikirkan orang tersayang (orangtua atau keluarga), tahu itu adalah dosa, dan sebagainya.  

Jika pasien mengakui adanya pikiran tersebut, tindakan yang dilakukan untuk meredam niat tersebut adalah dengan pemberian obat-obatan medis dan pengalihan dari pemikiran tersebut. 

Keinginan bunuh diri umumnya dialami oleh penderita depresi berat. Saat mereka mengakui gangguan yang dialami, respons orang sekitar tak selalu positif atau suportif. 

(Baca juga: Benang Merah Antara Alkohol, Depresi dan Bunuh Diri)

Tak jarang beberapa diantaranya menganggap bahwa depresi dialami karena iman atau keyakinan yang kurang. 

"Ini bukan soal kurang iman, namun masalah gangguan kejiwaan, gangguan medis. Bukan berarti orang beriman tak bisa mengalami depresi," tegas dr. Andri. 



Ia menambahkan, aksi bunuh diri yang dilakukan pasien depresi tak bisa diprediksi. Misalnya, ketika penderita terus membicarakan ide bunuh diri, belum tentu ia akan melakukannya dalam waktu dekat. 

"Namun bisa juga, suatu saat ketika penderita merasakan kekosongan dan sangat putus asa, tiba-tia ia mengakhiri hidupnya," ia memberi contoh. 









(TIN)