Komplikasi Kehamilan yang Pernah Dialami Kim Kardashian

Torie Natalova    •    Minggu, 24 Sep 2017 15:31 WIB
kesehatan ibu
Komplikasi Kehamilan yang Pernah Dialami Kim Kardashian
(Foto: Glamour)

Metrotvnews.com, Jakarta: Selebritas Hollywood Kim Kardashian mengungkapkan dirinya ingin memiliki anak ketiga. Namun, komplikasi yang dialaminya selama dua kali kehamilan sebelumnya membuat Kim tak ingin hamil dari rahimnya sendiri dan memilih untuk menggunakan pengganti.

Selama masa kehamilan sebelumnya, Kim mengalami preeklampsia dan placenta accreta sehingga ia harus berjuang lebih untuk menjaga kandungannya.

Preeklampsia disebabkan akibat naiknya tekanan darah dan tanda-tanda kerusakan organ seperti hati dan ginjal. Preeklampsia bisa berbahaya dan berlanjut menjadi eklampsia jika tidak diobati.

Eklampsia sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kejang, stroke, serangan jantung, pendarahan di otak, bahkan kematian ibu atau bayi. Preeklampsia memang cukup umum terjadi pada wanita di akhir kehamilan mereka.

Namun, preeklampsia dapat didiagnosis sejak dini melalui tes urine dan tekanan darah. Biasanya, ibu yang memiliki
preeklampsia akan diobati dengan obat tekanan darah.

Sementara itu, placenta accreta terjadi ketika pembuluh darah dan bagian lain dari plasenta yang memasok oksigen dan nutrisi ke bayi, tumbuh terlalu dalam ke dinding rahim.

Plasenta biasanya terlepas dari dinding rahim setelah melahirkan. Namun, plasenta akreta akan membuat sebagian atau seluruh plasenta menempel terus. Hal ini dapat menyebabkan wanita mengalami kehilangan darah banyak setelah melahirkan.

Plasenta akreta menjadi semakin umum karena lebih banyak wanita yang melahirkan secara sesar. Dokter kandungan Christine Greves mengatakan, ini karena operasi sering meninggalkan jaringan parut dimana plasenta bisa menempel dan menciptakan plasenta akreta.

Wanita yang pernah mengalami preeklampsia tidak berarti mereka tidak bisa hamil. Mereka dapat mengalami kehamilan yang sehat setelah melalui masa kehamilan dengan preeklampsia. Namun, Anda akan berisiko lebih tinggi mengalaminya lagi di kehamilan berikutnya.

Ada beberapa faktor yang dapat mengembangkan preeklampsia yaitu riwayat tekanan darah tinggi, diabetes dan obesitas serta faktor genetika yang tak dapat diobati.

Sementara wanita yang mengalami plasenta akreta berisiko lebih tinggi mengalaminya lagi di kehamilan berikutnya. Jika Anda memilikinya dan tidak menjalani histerektomi, bicarakan dengan dokter Anda karena kemungkinan terjadinya kembali plasenta akreta akan lebih besar terutama jika Anda menjalani persalinan dengan operasi caesar.




(DEV)